52 Warga Padangsidimpuan Tenggara Diserang Chikungunya

Sedikitnya 52 orang warga Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan menderita demam, nyeri, dan linu pada persendian yang menjurus kepada penyakit chikungunya. Melihat kondisi warga tersebut, dinas kesehatan setempat berencana melakukan fogging hari ini, Jumat (9/10).

Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue.

Ke 52 warga Padangsidimpuan Tenggara yang bergejala penyakit chikungunya baru diketahui sejak tiga hari terakhir, dan kasus ini sendiri baru diketahui Dinas Kesehatan Padangsidimpuan dari warga yang menderita demam, nyeri, dan linu. Namun pada umumnya penderita masih terus beraktifitas seperti biasa dan hanya berobat jalan melalui petugas medis kecamatan.

Kepala Puskesmas Pijor Koling, drg Andri Kusmawan R yang diwawancarai METRO, Kamis (8/10) terkait banyaknya warga yang diduga menderita chikungunya mengatakan, ia mengetahui kasus ini setelah menerima laporan dari petugas kesehatan. Laporan yang sampai kepadanya menyebutkan bahwa gejala penderita adalah demam, nyeri, dan linu di persendian.

Diteruskan drg Andri, kondisi warga yang bergejala seperti chikungunya itu selanjutnya diinformasikan kepada Dinas Kesehatan Padangsidimpuan. Tak berapa lama keluarlah kebijakan bahwa bagi masyarakat yang menderita penyakit sejenis dan membutuhkan pengobatan agar datang ke Puskesmas Pijor Koling.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk berobat ke Puskesmas Pijor Koling agar tidak ada kerisauan. Dan sejauh ini, sesuai laporan pihak rumah sakit, belum ada satu pasien pun yang dirawat inap. Semuanya berobat jalan,” katanya.

Baca Juga :  Pilkada Tapsel 2010 Harus Membawa Perubahan

Dirincikan drg Andri, berdasarkan pendataan yang dilakukan, di Desa Sialambue terdapat 9 orang warga yang bergejala chikungunya, di Huta Padang sebanyak 9 warga, Huta Koje sebanyak 31 warga, dan Huta Lombang 3 warga.

Sementara itu Kadis Kesehatan Padangsidimpuan Langgasari Nasution melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Aminuddin mengaku sudah menerima laporan tentang adanya gejala chikungunya yang melanda 52 warga Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Untuk itu pihaknya akan melakukan fogging di beberapa desa di antaranya Pijor Koling dan Huta Koje, Desa Labuan Rasaoki pada Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10)

Begitupun kata Langgasari, penyakit chikungunya tidak beresiko menimbulkan kematian, namun dari sisi ekonomis penyakit ini dapat membuat si penderita tidak produktif. “Jadi, jika tidak segera mendapatkan pengobatan akan menghambat pergerakan tubuh si penderita,” ujar Langgasari sembari mengimbau masyarakat untuk selalu membersihkan lingkungannya.

Sejauh ini, imbuh Langgasari lagi, untuk Kota Padangsidimpuan yang rawan penyebaran penyakit chikungunya ada di Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Tenggara dan Selatan. “Begitupun chikungunya tidak menimbulkan kematian, hanya menyebabkan si penderita tidak produktif,” katanya lagi.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*