530 Pelamar Rebut 12 Kursi di Depag Kab. Madina

Rabu, 28 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

SEMENTARA itu, sebanyak 530 pelamar akan memperebutkan 12 jatah kursi CPNS di Departeman Agama Kabupaten Mandailing Natal. Pelaksanaan ujiannya sendiri akan dimulai Minggu 15 November di Madrasah Stanawiyah Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri Panyabungan.

Sejauh ini para pelamar sudah mendapat nomor ujian dan telah melewati masa pendaftaran selama 2 pekan yang bertempat di Aula Kantor Departemen Agama (Depag) Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan, Senin (26/10).

Ketua Panitia Pelamaran Drs H Imron Rosadi yang dijumpai METRO di ruang kerjanya menjelaskan bahwa pelamar yang mendaftar bukan hanya berasal dari daerah Mandailing Natal (Madina), akan tetapi juga yang berasal wilayah Tabagsel dan Kota Medan.

Imron pun mengimbau bagi masyarakat yang memiliki ijazah dan sesuai dengan formasi pelamaran agar ikut melamar untuk membuka peluang mencari pekerjaan. Di samping itu pelamar yang akan mengikuti ujian pada 15 November mendatang diimbau menyiapkan potensi intelektual.

“Sebab dalam ujian ini yang akan diadu adalah otak bukan adu otot, untuk itu perlu bagi pelamar menguasai bahan–bahan materi yang akan diujikan sesuai dengan formasi lamarannya,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Imron yang juga Kepala Tata Usaha (KTU) Kandepag Madina, pelamar secara keseluruhan berjumlah 530 orang dengan rincian Guru MIN atau Guru Kelas sebanyak 124 orang, dengan Kualifikasi Pendidikan D-II PGMI /PGSD/ PAI ditambah Akta II Golongan II/b, Guru Pendidikan Agama Islam sebanyak 122 orang dengan Kualifikasi Pendidikan S-1 PAI/Tarbiyah/ Syariah/Ushuluddin/Adab Non Prodi Umum dan Tadris + Akta IV  Golongan III/a, Tenaga Teknis pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Baru untuk Calon Penghulu sebanyak 107 orang dengan Kualifikasi Pendidikan S-1Syari’ah/Dakwah/Ushuluddin/ Adab Non Prodi Umum Golongan III/a, dan untuk Pengelola Pelayanan Nikah dan Rujuk sebanyak 177 orang dengan Kualifikasi Pendidikan S-1Syariah / Dakwah/ Ushuluddin/ Adab Non Prodi Umum Golongan III/a. (mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Warga Aek Tampang Tabur Ribuan Benih Ikan Mas - Di Lubuk Larangan Sungai Batang Angkola

1 Komentar

  1. Sebaiknya Pemda sudah perlu memikirkan Terobosan bagaimana agar Masyarakat yang ada di Tapanuli Selatan, Padang sidempuan dan kabupaten sekitarnya tidak berpikiran sebagai Pekerja/Pegawai, tetap berpikiran sebagai Pebisnis atau usahawan walaupun itu dimulai dengan hal-hal usaha kecil.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*