55 Siswa Absen saat UN Pertama

Jangan Percaya Kunci Jawaban!
Ujian Nasional atau UN hari pertama untuk siswa SMA sederajat usai digelar kemarin. Di Tapsel dan Paluta, tercatat 55 peserta absen dengan berbagai alasan. Di antaranya, sakit dan drop out alias DO karena hamil dan menikah.

“Sebanyak 30 siswa di Kabupaten Tapanuli Selatan dinyatakan tidak hadir,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tapsel Marasaud Harahap, melalui Kepala Bidang (Kabid) Dikmenum Drs Sultoni, kepada METRO, Senin (18/4) siang. Rinciannya, terang Sultoni, dari 1481 siswa SMA negeri dan swasta sebanyak 7 siswa tidak hadir, lima siswa SMK absen dari 915 peserta, lalu dari 651 siswa MA sebanyak 18 siswa juga dinyatakan tidak hadir.

Keseluruhan siswa yang tidak hadir tersebut dengan sejumlah alasan, seperti sudah DO dari sekolah sementara sebelumnya sudah terdaftar sebagai peserta UN, sakit dan lainnya. “Tidak ada naskah soal dan LJK yang kurang, semuanya cukup. Setiap hari LJK langsung dibawa ke Medan,” ucap Drs Sultoni.

Di Paluta, 25 Siswa Tidak Hadir
Sementara itu, di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sebanyak 25 siswa SMA/SMK/MA sederajat tidak mengikuti UN pada hari pertama, Senin (18/4). “Ada 25 siswa yang tidak hadir  tanpa keterangan. Peserta yang tidak hadir itu dari berbagai SMA/ SMK dan MA di seluruh wilayah Paluta,” kata Kasi kurikulum Disdik Paluta Munif Lubis SPd, kepada METRO, Senin (18/4) sore.

Jangan Percaya Kunci Jawaban
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Paluta Drs Hazairin Hasibuan, mengingatkan kepada seluruh siswa agar tidak mudah percaya isu tentang kunci jawaban yang bocor melalui sms atau lainnya. “Di sini saya tegaskan  tidak ada soal yang bocor. Sebab, sejak dicetak hingga pendistribusian selalu mendapat pengawasan ketat. Selain itu, lima tipe soal yang diterapkan tahun ini sangat tidak memungkinkan adanya kunci jawaban yang bocor. Pengalaman memberi siswa pemahaman bahwa jawaban soal UN yang beredar tidak benar. Apalagi sekarang faktor kelulusan bukan dari UN saja. Jadi kepada para siswa saya berharap percaya diri saja,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Kadisdik Palas Ali Irpan Hasibuan. Pihaknya tidak menemukan soal-soal atau LJK yang rusak, begitu juga kendala dalam pendistribusiannya di lapangan. “Berjalan baik tidak ada kecurangan dan kekurangan soal LJK,” terangnya.

Baca Juga :  4 Desa Dilanda Banjir Lumpur Di Tapsel 3 Tewas 8 Rumah Hanyut

Tinjau Peserta dari Luar
Pejabat (Pj) Bupati Madina Ir H Aspan Sofian Batubara MM mengunjungi 4 sekolah tempat digelarnya UN. Namun, Aspan hanya meninjau peserta dari luar sekolah. “Kita tak ingin dengan kunjungan ini, peserta UN terganggu. Kita hanya ingin melihat situasi ujian saja,” sebut Aspan didampingi Kakan Kementerian Agama Madina Drs Mukisn Batubara MPd, Kajari Panyabungan dan unsur muspida lainnya. “Kita berharap seluruh peserta bisa mengikuti UN dengan baik. Peserta juga diimbau untuk menjaga kesehatan selama UN berlangsung,” tambah Aspan.

Bupati: Berdoa, Tenangkan Pikiran
Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu didampingi Kadisdik Tapsel Marasaud Harahap saat meninjau kesiapan panitia penyelenggara UN dan siswa di SMAN 1 Angkola Timur, meminta siswa peserta UN untuk berdoa menurut kepercayaan masing-masing sebelum ujian digelar. Selain berdoa, jangan salah mengisi identitas diri di LJK dan yakinkan diri mampu untuk menjawab setiap soal.

“Jangan nervous, tenangkan pikiran. Saya yakin adik-adik semua mampu menjawab soal yang di-UN-kan. Saya doakan kalian lulus semua dengan kelulusan yang berdasarkan kemampuan, sehingga nantinya berguna bagi diri sendiri, keluarga, nusa dan bangsa,” pesan Bupati. Kepada wartawan, Bupati berharap pelaksanaan UN tahun ini berjalan objektif dan rasional. “Saya prediksikan kelulusan tahun ini baik dan naik. Sebab, nilai kelulusan UN SD, SMP dan SMA sederajat merupakan perpaduan hasil Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan UN,” pungkas Bupati.

MUI Doakan Peserta Lulus
Sekretaris MUI Paluta H Fachruddin Harahap di sela-sela monitoring UN mendampingi Bupati Paluta Bachrum Harahap, di SMA Negeri 1 Padang Bolak Julu, menyebutkan, pihaknya mendoakan peserta UN bisa menjawab soal dengan baik. Sehingga semua bisa lulus dan tidak ada yang mengulang selama setahun lagi. “Atas nama pribadi dan MUI Paluta, kita mendoakan agar para peserta UN di seluruh wilayah Paluta diberikan kemudahan selama pelaksanaan UN. Sehingga mereka bisa lulus dan tidak ada yang mengulang selama setahun lagi,” pungkasnya. (neo/thg/amr/ran/wan)

Baca Juga :  "Setan Merah" Akan Kalah Lagi

Kesulitan Menjawab Soal Biologi
Sejumlah siswa peserta UN mengaku kesulitan menjawab soal untuk mata pelajaran Biologi, khususnya tentang zat dan ilmu Biologi. Sedangkan untuk pelajaran Bahasa Indonesia dan Sosiologi, mereka mengaku cukup menguasainya.
Pengakuan ini diutarakan Rani, Ahmad, dan Yulianan, pelajar SMAN 1 Sosa. Mereka ragu menjawab seluruh soal dengan benar. Sedangkan Bahasa Indonesia dan Sosiologi mereka tidak mengalami kesulitan, bahkan optimis meraih nilai bagus.
Siswa lainnya, Rodiyah, mengaku tingkat kesulitan soal untuk Bahasa Indonesia masih sederhana. Dari 50 soal yang diujikan ia mampu menguasai keseluruhan soal.

“Sekitar setengah dari jumlah soal yang 50 itu, saya yakin pasti benar. Sebab, soalnya masih pernah kami pelajari pada saat ulangan-ulangan di sekolah, sedangkan setengah lagi saya jawab tetapi benar atau salah, saya tak tahu,” katanya.
Sementara itu, Masdoharni siswa SMKN 1 Panyabungan, mengaku, soal Bahasa Indonesia yang di-UN-kan tidak jauh berbeda dengan ujian-ujian yang dilakukan di sekolah. “Banyak soal yang sama dengan soal saat masih melakukan latihan selama ini, meskipun bunyi soalnya tak sama tetapi menyerupai dengan soal pada latihan kami,” ujarnya. (amr/wan) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*