6 Anggota DPRD Kab Tapsel Dianiaya, Terungkap Dalam Paripurna

P.SIDIMPUAN (Waspada): Enam anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Tapanuli Selatan untuk LKPJ Bupati tahun anggaran (TA) 2009 dan LKPJ akhir masa jabatan Bupati periode 2005-2010, menjadi korban penganiayaan sejumlah warga saat memonitoring proyek di Kecamatan Huristak, Kab. Padanglawas.

Penganiayaan yang mengakibatkan anggota DPRD Tapsel itu luka-luka, telah dilaporkan ke Polres Tapsel yang wilayah hukumnya meliputi Kab. Padanglawas dan Padanglawas Utara. Namun hingga kini pelaku belum jelas.

Hal itu terungkap dalam paripurna penyampaian hasil Pansus LKPJ Bupati TA 2009 dan LKPJ akhir masa jabatan Bupati Tapsel periode 2005-2010, yang dibacakan juru bicara Pansus, Ali Imran Hasibuan, Senin (7/6).

Anggota DPRD Tapsel yang dianiaya itu, Borkat S.Sos, Ali Imran Hasibuan, Dalkot Batubara, Suyatmo Siregar, Mura Siregar, dan Adil Situmorang.

Akibat peristiwa tersebut, Borkat mengalami memar di wajah, Ali Imran Hasibuan ditikam dengan pisau, Suyatmo luka di wajah. Sementara Adil Situmorang selamat karena bersembunyi di dalam mobil, Mura Siregar dan Dalkot Batubara berhasil melarikan diri ke areal kebun sawit warga.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (20/5) sore hari setelah peristiwa penganiayaan dan pemukulan wartawan Waspada, Sori Parlah Harahap, yang melibatkan anggota DPRD Paluta di Gunugtua.

Peristiwa itu terjadi ketika keenam anggota DPRD tersebut selesai meninjau proyek pembangunan jembatan gantung (Rambin) Sungai Barumun yang hingga kini tidak bisa difungsikan di Desa Huristak.

Ketika hendak menuju proyek pembangunan rambin Binanga Tiga atau tepatnya di Desa Pasir Lancat, iring-iringan tiga mobil yang dikendarai anggota DPRD itu dilempari dengan batu. Akibatnya, kaca mobil yang berada di tengah dan ditumpangi Ketua Pansus, Borkat S.Sos, pecah.

Mereka berhenti, dan dari mobil yang ada di barisan belakang, Ali Imran melihat seseorang berambut panjang melompat dari semak-semak. Namun karena kepergok, orang tak dikenal itu kembali melompat ke semak-semak.

Baca Juga :  Anggota DPR-RI Reses ke Padangsidimpuan

Karena hari mulai gelap, anggota Pansus itu melanjutkan perjalanan hendak pulang dan berencana melanjutkan monitoring keesokan harinya. Namun tepat di Desa Paya Bujinga atau di dekat proyek pembangunan bendungan irigasi Aek Bongbong, tiba-tiba seorang pria paroh baya yang mengendarai sepedamotor datang dari arah depan.

Kemudian terus melaju ke arah mobil yang ditompangi Ketua Pansus. Sopir pun mengelakkannya dengan membelokkan mobil ke pinggir jalan, namun pengemudi sepedamotor itu sepertinya berusaha menabrakkan kendaraannya ke mobil tersebut.

Setelah kendaraan sama-sama berhenti, Ketua Pansus Borkat S.Sos menanyakan kenapa harus seperti itu. si pengemudi sepedamotor marah-marah dan mengatakan anggota DPRD itu yang menabraknya.

Diapun menghubungi warga untuk datang ke lokasi. Tidak berapa lama empat orang pria dengan mengendarai dua sepedamotor datang marah-marah dan memukuli Borkat.

Bahkan salah seorang di antaranya, yang belakangan diketahui sebagai Kepala Desa di Huristak, mengeluarkan sebilah pisau dan menghujamkannya ke perut Ali Imran yang berusaha melerai pemukulan itu.

“Alhamdulillah saya tidak apa-apa, karena berhasil mundur selangkah ke belakang. Pisau itu memang menyentuh perut saya, tapi berkat mundur selangkah, jadi tidak sempat menembus jantung saya,” kata Ali Imran.

Aksi kelima pria itu semakin mejadi-jadi. Mereka memecahkan kaca mobil dan memukuli anggota DPRD yang sama sekali tidak mau melawan, karena takut akan didatangi massa yang lebih banyak lagi.

Sambil berjalan, Borkat, Suyatmo, dan Ali Imran terus dipukuli dan akhirnya diselamatkan seorang pemilik warung. Sedangkan Mura Siregar dan Dalkot Batubara berhasil melarikan diri kea real kebun sawit warga. Sementara Adil Situmorang selamat karena terus bersembunyi di dalam mobil.

Akhirnya keenam anggota DPRD Tapsel itu berhasil diselamatkan dan keluar dari lokasi kejadian sekitar pukul 23:00. Itupun setelah Danramil dan Kapolsek beserta sejumlah personil datang menjemput mereka ke lokasi.

Baca Juga :  2 Desa di PALAS Terancam Jadi ‘Danau Buatan’

Kejadian itu telah dilaporkan ke Polsek Binanga. Para pelaku telah diidentifikasi identitasnya. Namun hingga kini proses hukumnya belum jelas, dan terhadap para pelaku belum dilakukan tindakan apapun.

Terkait hal ini, Wakil ketua DPRD Tapsel, Abdurrasyid Lubis meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan terhadap sejumlah anggota DPRD yang sedang bertugas.

“Secara lisan kami sudah pertanyakan kepada pihak kepolisian. Namun dalam waktu dekat DPRD juga akan menyurati Kapolres Tapsel tentang tindaklanjuti penyidikan penganiayaan anggota DPRD ini,” ujarnya.

Kapolres Tapsek AKBP Subandriya yang dikonfirmasi via selular, membenarkan peristiwa tersebut. Katanya, Polres Tapsel sudah mengambil alih langsung kasus tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Pihaknya telah mengambil keterangan sejumlah saksi. Kemudian telah melayangkan surat kepada Bupati Palas guna memberikan izin pemeriksaan terhadap salah seorang pelaku yang berstatus kepala desa. (a20)

Sumber: http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1698:6-anggota-dprd-tapsel-dianiaya&catid=52:sumut&Itemid=207

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*