6 Hari Buka Pendaftaran Balon Wali Kota, Demokrat Sepi Peminat

SIDIMPUAN- Mulai Rabu (1/2) lalu, DPC Partai Demokrat Kota Padangsidimpuan telah membuka pendaftaran untuk calon kepala daerah dan wakil yang ingin bertarung di pemilukada. Namun, hingga Senin (6/2), belum ada seorang pun yang mendaftar.

Meskipun begitu, menurut ketua tim penjaringan Pertama Yul Asmara Pane, didampingi wakil Parlaungan Tambunan, sekretaris Abdul Azis Nasution, bendahara Samuil Nasution, pendaftaran masih panjang dan baru berakhir 1 April mendatang.

“Waktunya masih panjang, mungkin masih berpikir. Tapi sejak dibuka atau seminggu ini belum ada yang daftar,” kata mereka.

Mereka mengimbau kepada setiap calon dan kandidat yang hendak mendaftar menjadi balon PD, agar datang ke Kantor DPC PD Kota Psp, Jalan Kenanga, No 111, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Psp Selatan, Kota Psp.
“Apa saja persyaratannya, kita pikir itu internal partai dan biar lah para calon yang melihatnya sendiri apa-apa saja persyaratannya,” ucap mereka.

Demokrat Terancam

Sebelumnya, perkara suap kasus wisma atlet yang melibatkan M Nazaruddin, yang selanjutnya menyeret nama sejumlah petinggi Partai Demokrat, sangat mempengaruhi persepsi publik terhadap partai yang kini sedang berkuasa itu. Demokrat kini terancam.

Pengamat politik dari IndoBarometer, M Qodari, menyebut Demokrat sekarang pada level ‘lampu kuning’.
“Partai Demokrat sudah pada posisi lampu kuning. Jika terus menerus, bisa menurunkan Partai Demokrat dari partai besar menjadi partai menengah,” ujar Qodari saat diskusi bertema ‘Demokrat Terguncang’ di Warung daun, Cikini, Jakarta, belum lama ini. Menurut Qodary, kejayaan Demokrat dalam dua kali pemilu sebelumnya dibangun oleh citranya sebagai partai yang bersih, antikorupsi. Sosok SBY, dianggap relatif bersih. Iklan antikorupsi dengan bintang iklannya para petinggi Demokrat, antara lain Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Angelina Sondakh, menurut Qodary, akan dibandingkan publik dengan kenyataan sekarang.

Baca Juga :  Hukuman Koruptor Bersihkan Kakus Saja

“Kasus Nazaruddin yang berawal dari suap Wafid Muharam, ternyata melibatkan nama-nama besar yang jadi bintang iklan itu,” kata Qodary.

“Posisi Demokrat berat dalam situasi seperti sekarang ini,” imbuhnya. Potensi jebloknya Demokrat di pemilu 2014 juga disampaikan pengamat politik dari Carta Politica, Yunarto Wijaya. Pria yang biasa dipanggil Toto itu mengatakan, selain karena ada kasus hukum tersebut, masa depan suram Demokrat juga dipengaruhi tidak majunya lagi SBY sebagai capres di pilpres 2014, lantaran sudah dua kali masa jabatan. Menurut Toto, sosok SBY sangat berpengaruh bagi perolehan suara PD di dua kali pemilu yang lalu. “Partai Demokrat akan mengalami degradasi karena SBY tak mencalonkan lagi. Jadi tidak semata-mata karena kasus Anas,” ujar Toto.

Menanggapi pandangan kedua pengamat itu, Wasekjen DPP PD, Saan Mustafa, merasa yakin publik tidak begitu terpengaruh dengan kasus Nazar. Buktinya, kata Saan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan SBY masih cukup baik. Di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan, kata Saan, tingkat kepuasan publik di atas 50 persen. Meski dia mengakui, di bidang hukum terjadi ketidakpuasan. Padahal, lanjut Saan, bidang hukum tidak melulu menjadi kewenangan eksekutif. Untuk yang masih terkait dengan kewenangan eksekutif, seperti kasus Bank Century yang juga ditangani kejaksaan dan kepolisian, bisa jalan proses hukumnya. “Yang belum kan di KPK,” cetusnya. Dalam kasus dua pimpinan KPK Bibit-Chandra yang ditangani polisi, kata Saat, sikap SBY juga jelas yakni mengeluarkan deponering lewat Kejagung, agar posisi KPK tetap kuat.

Saan menuduh ada pihak lain yang sengaja mengulur-ulur kasus hukum agar posisi Demokrat terjepit, seperti kasus Century. “Ada yang sengaja kasus ini diperlambat agar Partai Demokrat tersandera. Patut dicurigai, mengangkat terus kasus-kasus ini untuk menyandera Partai Demokrat,” kata Saan.

Baca Juga :  Tuna Wisma Berkeliaran di Palas

Sementara itu anggota DPRD Psp dari RepublikaN Sopian Harahap menegaskan, partainya belum ada menjalin komunikasi politik dengan calon manapun. Dalam waktu dekat, RepublikaN akan membuka penjaringan calon KDH dan Wakil KDH.
“Setahu saya, kami belum ada menjalin komitmen dengan calon manapun. Buktinya minggu-minggu ini kita akan buka penjaringan,” tuturnya.

Kemudian kepada konstituennya di daerah pemilihan Psp Batunadua, Psp Tenggara dan Psp Angkola Julu, ia meminta untuk bersabar dan dalam waktu dekat akan segera menyampaikan calon mana nantinya yang akan diusung dan memang layak memimpin Kota Psp 5 tahun ke depan. “Kepada konstituen kami minta untuk bersabar, secepatnya akan segera kita sampaikan siapa yang akankita usung,” tegasnya.  (phn/dok)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*