6 Kabupaten di Sumut Endemis (penyekit) Kaki Gajah – Tapsel Ikut Terdeteksi

Penderita Penyakit Kaki Gajah

19 November 2009 – MedanBisnis
Enam kabupaten di Sumut, yakni Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Deliserdang, Nias, Asahan dan Serdang Bedagai terdeteksi endemis penyakit kaki gajah (filariasis). Hal ini diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan darah jari dan rata-rata mikrofiliria dari penderitanya. “Diketahui endemisnya di 6 kabupaten itu sesuai hasil pemeriksaan darah jari, rata-rata mikrofilaria rate (Mf rate) yang masih di atas 1%,” kata Kasi Penanggulangan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinkes Sumut, Suhardiono, di Medan, Rabu (18/11).

Dikatakannya, setidaknya ditemukan 23 spesies nyamuk dari genus anopheles, culex, mansonia, aedes & armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah. Apabila tidak mendapatkan pengobatan serius akan berdampak pada timbulnya cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik perempuan maupun laki-laki serta payudara. “Walau tidak mematikan, namun menimbulkan cacat tetap, stigma sosial, degradasi kejiwaan serta kerugian ekonomi karena menurunnya kualitas hidup,” ujar Suhardiono.

Untuk tindakan pencegahan, paparnya, maka hindari diri dari gigitan nyamuk vector, misalnya dengan menggunakan kelambu bila tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk, membersihkan semak-semak di sekitar rumah.

Baca Juga :  Di Pijor Koling P.sidimpuan Tenggara - Tak Dikasih Uang Rokok Anak Gorok Ibu Kandung

Sedangkan untuk pengobatan secara massal dilakukan di daerah endemis dengan menggunakan obat diethyl darbamazine citrate (DEC), dikombinasikan dengan albenzol (obat cacing), vitamin sekali setahun selama 5 tahun berturut-turut. “Dari 6 kabupaten yang endemis itu, hanya Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan yang pernah diberikan pengobatan massal. Artinya, seluruh masyarakat di sana diberikan obat DEC. Sedangkan lainnya, tidak bisa dilakukan pengobatan massal karena keterbatasan obat dan anggaran. Seharusnya, jika ada kasus harus diberikan pengobatan massal. Karena, dikhawatirkan penularannya cepat menyebar,” pungkasnya.

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/6-kabupaten-di-sumut-endemis-penyekit-kaki-gajah-tapsel-ikut-terdeteksi/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*