6 Penderita HIV/AIDS Meninggal di Tapteng

Tapteng, www.batakpos-online .com

Selama 2009, enam orang penderita HIV/AIDS meninggal dunia di Tapteng. Sementara untuk 2010, baru satu orang. Jumlah tersebut masih berdasarkan laporan dari RSUD Pandan.

Demikian disampaikan oleh Drg Megawati Taringan selaku Kabid PMK (Pengendalian Masalah Kesehatan) Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah,  kepada BATAKPOS di ruang kerjanya, Selasa, (30/3).

Menurut Mega, data tersebut terkumpul berdasarkan laporan dari RSUD Pandan dan juga hasil pantauan Dinas Kesehatan Tapteng. “Sebenarnya jumlah penderita penyakit HIV/AIDS ini bagaikan fenomena gunung es. Walau pun demikian, kita tetap berupaya untuk memberikan penjelasan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat luas tentang bahaya dari penyakit mematikan itu. Dan keemam orang yang sudah positif menderita HIV/AIDS ini sudah meninggal dunia semuanya,”jelas Mega.

Ada pun keenam penderita HIV/AIDS ini adalah masyarakat Tapteng yang merantau ke luar daerah, dan penyakit tersebut didapat dari perantauan.

“Hampir keseluruhan mereka yang menderita penyakit HIV/AIDS itu dapatnya dari luar bukan dari Tapteng ini. Bahkan ada satu keluarga yang terkena, yaitu keluarga JS (30), warga Aek Tolang,” terangnya.

Sementara itu, yang tiga orang lagi adalah pemuda, di antaranya, HH (27), warga Pinangsori, tertular karena melalui hubungan seks, STM (25), warga Manduamas, juga karena hubungan seks dan ES (27), warga Pandan karena narkoba. Ketiganya masih status lajang.

Baca Juga :  Samosir Layak Dibangun Sirkuit

Lebih lanjut dijelaskan Megawaty, untuk 2010 ini sudah ada satu orang yang positif tertular HIV/AIDS  yang inisialnya SS (32), warga Tapteng. Ia berprofesi sebagai sopir. Namun, menurut analisis bahwa anak dan istrinya sudah terindikasi tertular penyakit tersebut. “Pihak keluarga belum mau periksa dan menentang kalau anak dan istrinya sudah tertular. Namun, berdasarkan analisis bahwa anak dan istrinya pasti terindikasi sudah tertular penyakit dari suaminya,” sebutnya.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga diri dan tidak mau tergoda dan tetap setiap kepada pasangan hidup. Demikian juga kawula muda jangan mau tergoda dengan narkotika apalagi menggunakan jarum suntik, karena dari jarum suntik tersebutlah paling mudah menular penyakit HIV/AIDS.

“Orang yang sudah tertular penyakit AIDS jangan dipojokkan dan harus tetap menjaga hubungan dengan mereka, jika tidak, bisa saja mereka yang sudah positif tertular penyakit AIDS ini dendam, dan menusukkan jarum ketubuhnya dan ditusukkan kembali kepada orang lain. Maka orang lain itu sudah pasti tertular AIDS.  Untuk itu jika ada yang menemui orang yang sudah pasti kena HIV/AIDS agar jangan dikucilkan apalagi dimusuhi,” tandasnya. jas

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Gatot tak Setuju Pemekaran

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*