70.723 Warga Di Sumatera Utara Menderita Diare

diare klikdokter 70.723 Warga Di Sumatera Utara Menderita DiarePerilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tampaknya belum sepenuhnya diterapkan oleh masyarakat Sumatera Utara. Padahal, penerapan hidup sehat dan bersih itu cara ampuh untuk mencegah dari pada mengobati penyakit.

Kondisi lingkungan yang tidak bersih dan sehat rentan terhadap penyakit diare. Berdasarkan laporan yang diterima di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara menyebutkan, sepanjang Januari hingga Juli  2010 penderita diare mencapai 70.723 jiwa, yang diakibatkan rendahnya PHBS.

Kepala seksi bimbingan pengendalian (Bimdal) wabah dan bencana Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Suhadi, mengatakan angka penderita diare itu masih lebih rendah dibandingkan tahun 2009 di periode yang sama yang mencapai 112.016 jiwa. Namun, kata Suhadi, tahun 2009 tidak ada laporan kasus luar biasa (KLB), sedangkan tahun 2010 ini ada laporan KLB dari Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tanggal 21 Agustus kemarin, kata Suhadi, pihaknya mendapatkan laporan KLB di Tapanuli Selatan tepatnya di Desa Aek Badak Julu dan Aek Badak Jae Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan dengan rentang waktu selama 5 hari atau dimulai sejak 17 Agustus 2010, dengan korban 34 orang dan 1 penderita
meninggal  dunia.

“Kita akan turunkan tim yang terdiri dari surveillance dan program diare. Berdasarkan laporan yang kita peroleh, saat terjadinya kasus pihak Dinkes sudah melakukan pemberian oralit dan obat penanggulangan penderita,” katanya kepada Waspada Online, tadi pagi.

Baca Juga :  Paskhas TNI AU Kerahkan Perahu Karet Evakuasi Korban Banjir di Medan

Sedangkan tugas tim yang diturunkan adalah melakukan pengambilan sample Rectal Swaab (feses) dan sample air. “Kita juga sudah menghimbau kepada Dinkes setempat agar melakukan posko di puskesmas untuk penanggulangan diare ini,” terangnya.

Faktor utama terjadinya diare ini, lanjut Suhadi, antara lain dikarenakan konsumsi air dan buah. Jika dilihat seperti tahun-tahun sebelumnya, kejadian diare ini disebabkan oleh jajanan berbuka.

“Namun kita belum tau persis penyebabnya dan untuk itulah tim akan kita turunkan melakukan pemantauan agar diare ini tidak berkembang ke daerah atau desa lain di Tapsel,” pungkas Suhadi.

Sementara di RSUD Dr Pirngadi Medan (RSPM) pada periode Juni-Juli 2010, 7 pasien meninggal karena diare atau gastro enteritis. “Penderita diare di RSPM merupakan rujukan dari semua daerah di Sumut,” kata kabag hukum dan humas RSPM, Edison Perangin-angin.

Edison mengatakan, diare merupakan penyakit tertinggi dari 10 besar penyakit yang ditangani di RSPM. Untuk bulan Juni, sebanyak 89 penderita yang dirawat. Untuk bulan Juli kita merawat sebanyak 66 penderita dan 4 diantaranya meninggal dunia.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=138500:70723-warga-sumut-diare&catid=77:fokusutama&Itemid=131

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*