70 Ha Tanaman Ganja Diperkiraka Ada di Madina

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kompol Tuti Herawati dari Polda Sumut menjelaskan bahaya penyalahgunaan dan jenis obat terlarang membawa kehancuran bagi generasi muda.

Termasuk diantaranya, ganja. Ganja yang terdapat di dua daerah penyokong tersebar di Sumut. Yaitu daerah Aceh dan Mandailing Natal(Madina).

“Baru-baru ini, di Madina ditemukan lahan yang ditanami ganja seluas 70 ha,” katanya.

Kemudian Tanaman papaver Somniferum, tanaman sebagai bahan cikal bakal putau atau heroin, tanaman ini diawasi oleh PBB. Yang digunakan untuk obat bius, atau morfin untuk kebutuhan operasi di dunia kesehatan atau medis.

Daun Bunga dan Buah Koka, yang terdapat di Amerika Latin. Dari daun hijaunya akan diperoleh kokain.

Sepanjang perjalanan penemuan jenis ekstasi ada 99 jenis. Ia menganjurkan, agar tidak mencoba-coba untuk merasakan atau mencicipi satu pun diantaranya. Karena akan sangat membahayakan.

“Akan membawa anda ke kehidupan yang gelap,” katanya. Kemudian jenis yang paling menyengsarakan dan menyeret masuknya virus HIV Aids, yaitu shabu.

Dikatakannya, Shabu itu identik dengan seks, sehingga penularan HIV AIDS juga berpotensi besar. Sebab, banyak kalangan muda sekarang yang terjerumus dunia seks bebas menggunakan shabu untuk meningkatkan stimulannya.

Masih dikatakan Tuti, penyebaran virus HIV AIDS bukan melalui keringat, ludah, berpelukan atau sejenisnya. Penularannya hanya bisa melalui empat cairan, yaitu darah, cairan vagina, sperma, dan ASI.

Baca Juga :  Sekdako Padangsidimpuan Ajak Masyarakat Menabung ke Bank Sumut

UU 35/2009 tentang narkotika, menurut Tuti sangat kejam, namun juga sangat humanis. Sebab, jika tersangka memiliki atau mengedarkan narkoba maka akan dikenakan hukuman minimal 5 tahun. Namun, bagi pecandu, dalam pasal 128 pengguna narkotika boleh direhabilitasi dan ditanggung oleh negara. Kemudian didukung oleh peraturan pemerintah no 25 tahun 2011, tentang pengguna wajib lapor. (afr/tribun-medan.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*