700-an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekali

Kamis, 05 November 2009 – www.metrosiantar.com

Tak Ada Irigasi & Pembangunan Waduk Saba Kopi Terbengkalai
Realisasi pembangunan Waduk Saba Kopi di Desa Sialagundi, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, perlu mendapat perhatian dari berbagai kalangan terutama Pemerintah Kabupaten dan DPRD. Pasalnya, jika pembangunan waduk tersebut bisa dilaksanakan akan berdampak pada kesejahteraan dan nantinya mampu meningkatkan berbagai aspek kehidupan.

petani di sawah kering1 700 an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekali
kemana kami harus mengadu

AMRAN POHAN-SIPIROK

Tokoh masyarakat Desa Sialagundi, M Nasir Lubis dan tokoh pemuda, Syafruddin Siregar mengatakan, jika rencana pembangunan Waduk Saba kopi dapat direalisasikan tentu akan mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat di wilayah Saba Bolak (sawah luas). Mengingat hamparan sawah terluas di Kecamatan Sipirok tersebut belum memiliki sarana pengairan yang memadai, padahal sekitar 700 kepala keluarga dari beberapa desa menggantungkan hidupnya di areal persawahan yang luasnya sekitar 400 hektare.

“Dari dulu hingga kini cara bertani di Saba Bolak masih tetap dengan sekali setahun. Hal ini akibat belum adanya sarana pengairan yang memadai dan hanya mengandalkan tahalak langit (air hujan),” ujar keduanya kepada METRO, Selasa (3/11).

Ditambahkan keduanya, dengan membangun waduk seluas sekitar 3 hektare di Saba Kopi dengan sumber air dari bukit Sibual-Buali yang mengalir di Aek Mandurana tentu kendala pengairan yang selama ini dikeluhkan masyarakat bisa teratasi dengan mengalirkan air dari Aek Mandurana ke waduk dan selanjutnya mengalirkannya ke lahan pertanian masyarakat.

“Hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah, karena dengan adanya waduk di wilayah ini tak tertutup kemungkinan wilayah Saba Bolak akan bisa menjadi salahsatu sentra penghasil beras di Tapsel. Dan pola tanam menunggu hujan yang selama ini menjadi tradisi bagi warga bisa dihilangkan dan warga akan lebih giat dalam berusaha,” terang keduanya.

Ditambahkan Nasir, proses rencana pembangunan waduk tersebut sudah ada sejak tahun 1965 secara swadaya masyarakat. Namun tidak diketahui penyebabnya pembangunan akhirnya terhenti.

“Pembangunannya sudah pernah dimulai pada tahun 1965, di mana 6.000 zak semen sudah tertanam disana. Namun entah apa penyebab, pembangunannya tidak terlaksana. Padahal pembangunan sudah direncanakan dua komisi dewan negeri saat itu yakni dewan negeri Parausorat dan dewan negeri Baringin,” terangnya.

Namun, sekitar 5 tahun belakangan ini, terang Nasir rencana dan upaya pembangunan kembali muncul, tapi belum diketahui kepastiannya kapan. “Sudah bebberapa kali dimusyawarahkan dengan pihak kecamatan namun hingga kini belum ada informasi yang jelas. Namun, menurut saya jika pembangunan waduk dapat direalisasikan kesejahteraan dan kemakmuran warga akan mudah tercapai,” pungkasnya mengakhiri.

Untuk diketahui, jika waduk bisa direalisasikan pembangunannya, maka ke depan warga di wilayah Saba Bolak akan merasakan dampaknya seperti bisa mengembangkan usaha pertanian secara terencana dengan pola dan penataan yang jelas dan tidak menanam padi sekali setahun saja seperti yang terjadi selama ini serta warga yang yang berdomisili di beberapa desa. Sehingga mayoritas petani akan menikmati waduk tersebut, semisal warga Sialagundi, Muara Siregar, Huta Raja, Sumuran, Baringin, Padang Matinggi, Parau Sorat, Panggulangan, Pangkal Dolok dan Pagaran Batu.

Selama ini, meski musim hujan debit air sungai Aek Mandurana dengan lebar sekitar 5 meter naik hingga kedalaman 1 meter, warga tetap berjaga-jaga agar air tetap bisa mengalir ke areal persawahannya masing-masing, apalagi kalau musim kemarau. Sehingga, masyarakat mengharapkan, jika waduk bisa terbangun, otomatis akan menjadi penyimpan air bagi masyarakat selama bertanam tanpa harus takut kekurangan air meski musim hujan maupun kemarau yang kedalaman air hanya sekiitar 10 centimeter. (***)

link: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/700-an-petani-di-saba-bolak-tanam-padi-setahun-sekali/

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google 700 an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekalifacebook 700 an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekalitwitter 700 an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekalilinkedin 700 an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekaliemail 700 an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekaliprint 700 an Petani di Saba Bolak Tanam Padi Setahun Sekali

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*