71 Bidan Layani Persalinan Gratis

SIDIMPUAN- Sedikitnya 71 bidan yang tersebar di Kota Padangsidimpuan siap melayani persalinan gratis. Rinciannya, 24 bidan praktik swasta, 47 bidan desa. Selain itu, persalinan gratis juga diberlakukan RSU dan Puskesmas Pijorkoling.
“Bebas untuk warga mana saja. Syaratnya, menunjukkan KTP dan menyerahkan fotokopinya,” kata Kadinkes Psp drg Doria Hafni Lubis MKes didampingi Kabid Promosi Kesehatan (Promkes) Khairul Harahap dan Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) drg Masnauli, Rabu (15/6).

Doria menambahkan, persalinan gratis yang dilayani Jampersal bukan hanya persalinan normal, tapi juga operasi cesar yang diberi nama seksio Jampersal. Kemudian, tidak dibatasi untuk kelahiran atau persalinan anak yang ke berapa pun.
Adapun besaran tarif setiap persalinan normal yang ditanggung Jampersal Rp 420 ribu per ibu hamil. Ini sudah mencakup pemeriksaan kehamilan sebanyak empat kali dengan tarif Rp10 ribu per kunjungan, persalinan normal Rp350 ribu dan pelayanan nifas 3 kali dengan tarif Rp10 ribu per kunjungan.

Mengenai seksio jampersal, sambung Doria, harus mendapat rujukan dari bidan atau puskesmas yang lebih awal melayani pemilik klaim Jampersal tersebut atau mendapat rujukan untuk operasi dari dokter RSUD Psp. Doria menjelaskan, Jampersal merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan bagi ibu-ibu hamil, bersalin, nifas sampai 42 hari setelah melahirkan dan bayi baru lahir hingga usia 28 hari.

Baca Juga :  Korban Banjir Madina dapat 2 Truk Mie Instan

Harapannya, terang Doria, jampersal bisa membantu menekan Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat dilahirkan. Jampersal ini merupakan program Indonesia dalam memenuhi kesepakatan global Millenium Development Goals (MDGs) 2000 pada tahun 2015. Program Jampersal ini terdiri dari tiga tahap, yakni persiapan sarana prasarana pelayanan kesehatan, seperti persiapan fasilitas di rumah sakit dan puskesmas, peningkatan SDM bidan dan membentuk tim pengelola jampersal.

Kemudia tahap sosialisasi kepada seluruh petugas kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kader Posyandu, bidan praktik swasta, rumah bersalin, kemudian di dalam rapat koordinasi pemantapan program kesehatan tingkat kecamatan.
“Saat ini kita sudah sampai tahap akhir, yakni tahap pelaksanaan pelayanan Jampersal. Selain pelayanan di seluruh bidan desa, Puskesmas Pijorkoling, dan RSUD Psp. Kita juga menjalin kerja sama dengan 24 bidan praktik swasta,” ujarnya.
Adapun 24 bidan yang bekerja sama dengan Dinkes Kota Psp dalam pelayanan Jampersal itu, Bidan Klinik Ely Jalan Masjid Raya, Bidan Ernawati Jalan Makmur Sitamiang, Bidan Henny Hariyani Perumahan Sabungan Indah.

Bidan Sapianum Nasution Salambue, Bidan Jojor Rotua Pardede Sitamiang, Bidan Tuti Amriani Palopat Pijorkoling, Bidan Giovani Jalan Bhakti ABRI Gang Horas, Bidan Devi Afriyanti Jalan Pangeran Alibasa Gang Kamboja. Bidan Sari Intan Batang Bahal, Bidan Ely Afriani Mompang, Bidan Hotmian Sagala Jalan Bhakti ABRI I, Bidan Delinar Nasution Jalan Batang Pane, Bidan Ermayanti Rambe Losung Batu, Bidan Linni Harti Klinik Sahara. Bidan Sari Bania Talimbanua Palopat Pijorkoling, Bidan Ramilan Batubara dan Bidan Evitanti Hasibuan Batunadua. Bidan Rosmawati Simatupang Jalan Dr Payungan Gang Dame, Bidan Mardiani di Klinik Bersalin Bunda. Bidan Sopia Winda Aek Tuhul, Bidan Nurhalifah Batubara Panyanggar,  Bidan Ade Laiyda Harahap Losung Batu, Bidan Mesra Goti, dan Bidan Else Mariani Simanjuntak Jalan Bhakti ABRI. (phn)

Baca Juga :  LPI - Persebaya Siap Jinakkan Minangkabau FC

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*