732 Desa di Sultra Masih Tertinggal

KOMPAS.com- Sebanyak 732 desa (51,6 persen) di Sulawesi Tenggara masih termasuk dalam kategori daerah tertinggal. Desa-desa itu tersebar di 9 kecamatan. Umumnya, desa-desa tersebut berada di kepulauan atau pedalaman, sehingga tak terjangkau infrastruktur.

Dari data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sultra tahun 2010, dari 732 desa tertinggal tersebut, 82 desa di antaranya masuk kategori sangat tertinggal. Hanya tiga daerah di Sultra yang tak masuk kategori tertinggal, yakni Kota Kendari, Kota Bau-Bau, dan Kabupaten Kolaka.

Indikator ketertinggalan memakai 14 parameter dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Di antara parameter itu adalah ketersediaan jaringan listrik, jalan, air bersih, fasilitas kesehatan, komunikasi, dan mata pencaharian. Kondisi desa tertinggal atau sangat tertinggal di Sultra didominasi ketiadaan jalan yang layak, listrik, maupun air bersih.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sultra Muhamad Faizal mengatakan, ketertinggalan desa-desa di Sultra disebabkan wilayah seluas 3,8 juta hektar atau 119 persen dari luas Jawa Tengah, hanya diisi penduduk sebanyak 2,2 juta jiwa (6,8 persen populasi Jateng).

“Penduduk yang sedikit itu tersebar di wilayah-wilayah kepulauan hingga pelosok-pelosok daratan,” kata Faizal saat ditemui di Kendari, Jumat (25/2/2011). Persebaran penduduk dalam wilayah yang luas itu menimbulkan masalah pembangunan infrastruktur yang membutuhkan biaya besar.

Adapun anggaran pemerintah daerah sangat terbatas. Faizal mengatakan, APBD Provinsi Sultra pada tahun 2011 hanya Rp 1,2 triliun, sementara total gabungan APBD seluruh 12 kabupaten/kota di Sultra hanya sekitar Rp 7 triliun.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Gembong Narkoba Lintas Provinsi Ditangkap, Sabu-sabu Senilai Miliaran dan Senjata Api Diamankan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*