8 Saksi Kasus Tapsel Diperiksa

Terkait dugaan korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Tapanuli Selatan tahun 2005 sebesar Rp1,5 milliar lebih, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali akan memintai keterangan dari delapan orang saksi. Kedelapan orang saksi tersebut adalah pejabat dan mantan pejabat Kabupaten Tapsel.

Hal itu diungkapkan Kasi Penerangan Hukum/Humas Kejatisu Edi Irsan Kurniawan Tarigan, tadi malam. Kedelapan saksi yang akan dipanggil yakni Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel, Leonard Pane, Plt Kabag Keuangan Sekda M. Cutfi Siregar, mantan Kasubbag Anggaran Sekdakab 2002-2006 Ali Subuh Siregar. Kemudian, mantan Kasubbag Perbendaharaan Bagian Keuangan 2004-2006, Asyiruddin SS, mantan Pemegang Kas Pemkab Tapsel 2005-2007 Saradewi Hasibuan, mantan Pembantu Tugas Pemegang Kas Kasmira, mantan Pembantu Tugas Pemegang Kas, Subaidah Lubis, mantan Sekda Tapsel tahun 2006, Affan Siregar. “Penyidik sudah melayangkan surat panggilan ke mereka dan diminta hadir pada 22-23 November mendatang untuk dimintai keterangan,” ujarnya tadi malam.

Tarigan menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan kasus TPAPD Tapsel. Soal pemeriksaan Rahudman Harahap, tim sudah melayangkan surat permohonan pemeriksaan ke Kejaksaan Agung. Kemudian, Kejagung akan menyampaikannya ke Presiden. “Kalau dalam waktu 60 hari surat izin pemeriksaan tidak didapatkan, maka secara otomatis Rahudman Harahap bisa diperiksa,” tambah Tarigan.

Dalam kasus ini, Kejatisu telah memeriksa tujuh saksi dari kalangan pejabat dan mantan pejabat Tapsel. Dari hasil penyidikan dilakukan, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru. (waspada.co.id.)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Puluhan Massa Gelar Demo di DPRD, Tuntut PT BAS Diusir dari Paluta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*