80 Rumah Terendam Warga Mengungsi

Sedikitnya 80 rumah di Desa Patiluban, Kecamatan Natal, Madina, terendam, Kamis (1/12) malam sekira pukul 23.30 WIB. Ketinggian air mencapai satu meter. Hingga Jumat (2/12), sejumlah warga masih mengungsi ke rumah warga yang lebih aman.

15161809f67275e28f2a17bd53e96c3c7475aaad 80 Rumah Terendam Warga Mengungsi
TINJAU JEMBATAN- Syahrul M Pasaribu, Rahmat Nasution, Baginda Pulungan, Zamhir dan Kapten Inf Asrizal meninjau jembatan kayu di Siondop yang hanyut. Kamis (1/12) malam sekira pukul 21.30 WIB

Warga Desa Patiluban, Musoddak, kepada METRO mengatakan, banjir disebabkan hujan yang mengguyur mulai hari Rabu (30/11) malam hingga Kamis (1/12) malam. Pelan tapi pasti, air menggenangi halaman dan rumah warga yang berada di alur sungai Batang Gadis. Sehingga, seluruh masyarakat desa berjaga-jaga malam itu.

Diceritakan Musoddak, hingga Jumat siang halaman dan isi sejumlah rumah masih digenangi air setinggi lutut orang dewasa dan pada saat pasang ketinggian air mencapai 1 meter di dalam rumah sebagian warga.

“Awalnya kami khawatir dengan kondisi hujan yang terus mengguyur desa kami. Sekitar pukul 23.30 WIB air sudah naik ke dalam rumah. Saat itu juga masyarakat berusaha menyelamatkan diri dan harta benda sedangkan sebagian barang perabot lainnya direlakan warga tergenang air,” tutur Musoddak lewat telepon selulernya.

Kapolsek Natal, AKP Antono membenarkan peristiwa banjir tersebut. Menurutnya, sekitar 80-an rumah di Desa Patiluban terendam air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa dan akses jalan menuju Natal dan Muara Batang Gadis putus total sejak Jumat (2/12) dini hari pukul 16.00 WIB.
Bupati Tinjau Bekas Jembatan

Baca Juga :  Pedagang Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan Desak DPRD Gelar RDP

Sementara itu, jembatan kayu di Dusun Siondop, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel, anjlok, Rabu (30/11) malam. Akibatnya, arus kendaraan mobil yang hendak keluar masuk menuju Gua Asom dan Hutan Tanaman Industri (HTI) Kecamatan Angkola Selatan terputus.

Sejumlah warga kepada METRO Kamis (1/12) malam lalu sekira pukul 21.30 WIB menyebutkan, jembatan kayu sepanjang sekitar 20 meter di atas sungai Siondop selebar sekitar 15 meter anjlok di satu sisi (sisi depan jika mengarah ke Gua Asom, red) akibat meluapnya sungai Siondop Rabu (30/11) malam sekira pukul 23.30 WIB.

Sungai Siondop meluap setelah dalam kurun tiga hari terakhir, wilayah Kecamatan Angkola Selatan dan sekitarnya terus diguyur hujan. Air yang kalau normal hanya sedalam sekitar 1 meter tersebut meluap dan mengalir hingga di atas jembatan. Akibatnya, pijakan jembatan kayu jadi bergeser dan satu sisi jembatan jadi jatuh sedalam sekitar 1 meter (ketinggian ke dalam dasar sungai sekitar 2,5 meter, red).

Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu didampingi Ketua DPRD Tapsel H Rahmat Nasution, anggota DPRD Tapsel, Baginda Pulungan, Camat Angkola Selatan dan Danramil Siais, Kapten Inf Asrizal usai meninjau 1 ruang kelas SMAN 1 Angkola Selatan yang jebol serta jembatan di Siondop anjlok Kamis (1/12) malam sekira pukul 22.00 WIB lalu mengutarakan, untuk sementara, anak-anak kelas XII IPA 2 SMAN 1 Angkola Selatan yang dinding ruangan bagian belakang jebol, belajar ke lokal lain seperti laboratorium, sembari dimusyawarahkan dulu untuk proses perbaikannya.

Baca Juga :  Tyson: Anak Lebih Berharga daripada Uang

Sementara, jembatan di Siondop yang anjlok, pihak Pemkab Tapsel  akan berupaya semaksimal mungkin memperbaiki jembatan yang anjlok agar secepatnya bisa dilalui mobil lagi. “Jembatan yang anjlok akan secepatnya kita perbaiki,” ucap Bupati. (neo)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*