800 Satpol PP peristiwa ‘Priok Berdarah’ itu Sembunyi di Pulau PRAMUKA

Jakarta, BATAKPOS

Nasib ratusan Satpol PP yang dinyatakan hilang, mulai menunjukkan titik terang. Didapat informasi, ternyata, semuanya kini dalam kondisi sehat dan  bersembunyi di Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu karena trauma dengan peristiwa ‘Priok Berdarah’ itu.

Sekitar 800 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melarikan diri saat terjadinya kerusuhan berdarah di kawasan makam Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad atau akrab disapa Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4), saat ini diketahui bersembunyi di Pulau Pramuka. Dan, Senin (19/4), Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu Hotman Sinambela pun menyusul ratusan anak buahnya itu di Pulau Pramuka.

“Sejak pagi bapak tidak masuk kantor. Informasi yang saya terima, beliau pergi ke Pulau Pramuka untuk mengetahui nasib ratusan anak buahnya yang sebelumnya dinyatakan hilang,” ujar AB, seorang anggota Satpol PP yang meminta namanya diinisialkan, di markas Satpol PP Kepulauan Seribu di Gedung Bahtera Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (19/4).

Kepada BATAKPOS, AB menjelaskan, rekan-rekannya yang masih bersembunyi di Pulau Pramuka hingga kini masih khawatir atas keselamatan dirinya pascaperistiwa ‘Priok Berdarah’ itu. “Untuk sementara mereka tinggal di Pulau Pramuka sampai kondisi benar-benar aman,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan seorang anggota Satpol PP lainnya di Gedung Mitra Praja, Jakarta Utara. Di kantor tempat Bupati Kepulauan Seribu kerap berdinas itu juga tidak nampak Hotman Sinambela. Bahkan mobil Honda Jazz warna hitam milik Hotman yang biasa parkir di lorong gedung, juga tidak terlihat.

Baca Juga :  Jenderal (Purn) TNI Purn Luhut Pandjaitan Bicara Soal Densus 88

“Bapak sedang berada di pulau (Kepulauan Seribu), terutama sejak pernyataannya yang membuat Gubernur Fauzi Bowo marah, dia seperti tiarap,” jelas anggota Satpol PP berinisial KS tersebut.

Sejak Minggu (18/4), Hotman memang seperti hilang ditelan bumi. Berulangkali nomor telepon selulernya dihubungi, namun tidak diangkat. Sampai akhirnya Senin (19/4) pagi, ponselnya sama sekali tidak aktif.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/4), Hotman mengungkapkan bahwa ada ratusan anggota Satpol PP yang diturunkan dalam peristiwa ‘Priok Berdarah’ yang saat ini belum kembali ke kesatuan mereka. Dari 1.750 orang lebih yang terjun dalam penertiban itu, baru 877 anggota Satpol PP yang dilaporkan hadir. Dan sekitar 873 lainnya dinyatakan hilang.

“Sebanyak 877 orang selamat lewat jalur laut, lalu ke mana sisanya dari jumlah seluruhnya sebanyak 1.750 orang. Saya yakin masih ada korban yang belum terungkap, ” ujar Hotman ketika itu.

Pascaperistiwa itu, kini seluruh anggota Satpol PP DKI masih trauma. Akibatnya, mereka belum ada yang berani mengenakan seragam saat bekerja. Bahkan Satpol PP juga belum turun ke lapangan untuk mengawal Perda yang diterbitkan Pemprov DKI. Akibatnya, sejumlah PKL (pedagang kaki lima) dan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial), marak di jalanan, memanfaatkan kekosongan petugas di lapangan.

“Mereka (Satpol PP) masih trauma. Sehingga mereka berusaha menjaga diri untuk tidak terlibat dalam operasi penertiban. Sebab dikhawatirkan bila dikonfrontirkan dengan para PKL, nanti ada yang memanfaatkan situasi tersebut dan terjadi bentrokan lagi,” jelas Cucu Ahmad Kurnia, Kabag Humas Pemprov DKI.

Baca Juga :  Dijatah Rp 3.500 Per Hari, Pengungsi Makan Tanpa Lauk

Beberapa anggota Satpol PP yang bertugas di Kantor Walikotamadya Jakarta Pusat juga mengaku masih belum berani mengenakan seragam. Bahkan, anggota pengamanan dalam (Pamdal) di Kantor Walikota Jakpus pun tak berani mengenakan pakaian seragam. Mereka berasumsi, kemarahan masyarakat belum reda akibat kerusuhan di makam Mbah Priok. “Kami takut jadi korban salah sasaran,” kata Riana, seorang wanita anggota Pamdal di kantor Sudin Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B) Jakarta Pusat. dod/uli

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*