Aceh dan Sumut Masih Terancam Krisis Listrik

Jakarta: Proyek Arun Liquefied Natural Gas (LNG) Receiving, Hub & Regasification Terminal yang bertujuan untuk memasok gas dan menanggulangi krisis listrik di Aceh dan Sumatera Utara harus mengalami penundaan. Hal ini terjadi karena tidak terpenuhinya jadwal uji coba yang harusnya sudah berlangsung di awal November 2014.

PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan penundaan ini merupakan dampak dari belum mengalirnya pasokan gas yang dibutuhkan oleh Pertagas untuk proses uji coba. Seharusnya jika sesuai dengan rencana awal, Pertagas mendapatkan alokasi sebesar 48 mmscfd dari Exxon Mobil. Namun kini nilai tersebut turun menjadi 5 mmscfd.

Presiden Direktur PT Pertamina Gas Hendra Jaya menyayangkan, lamanya proses penentuan pasokan ini dari pemerintah yang mengakibatkan tertundanya projek yang ditargetkan mampu  menanggulangi kekurangan daya listrik di Sumatera Utara dan Aceh ini.

“Hingga saat ini Pertagas telah menyelesaikan 96,49 persen pembangunan, termasuk di dalamnya mendapatkan perizinan untuk pembangunan ruas pipa ini,” kata Hendra melalui sambungan telepon, Jumat (28/11/2014).

Menurut dia, satu-satunya hambatan terbesar Pertagas saat ini adalah tidak mencukupinya pasokan gas. Karena itu, dia berharap, pasokan gas untuk proyek pipa gas Arun Belawan bisa segera dipenuhi. Apalagi ini sangat ditunggu oleh industri di Sumatera Utara. Ini akan berdampak pada peningkatkan produksi dan akhirnya ke pertumbuhan ekonomi.

“Seharusnya jika sesuai dengan rencana awal, Pertagas sudah dapat memulai proses uji coba sejak bulan November,” ujarnya.

Baca Juga :  Sumut diteror HIV ‘tusuk gigi’

Pembangunan Proyek Pipa Gas Arun-Belawan ini dinilai sangat penting untuk selesai tepat waktu oleh Pertagas karena perannya sangat signifikan untuk membantu sejumlah industri di Aceh dan Sumatera Utara yang kini kurang maksimal produksinya sekaligus mendukung pengembangan kawasan  industri baru di luar migas.

Pasalnya, keberhasilan pembangunan ruas pipa gas Arun-Belawan nantinya akan menjamin ketersediaan pasokan gas di Aceh dan Sumatera Utara untuk menyuplai PLN dan industri.

Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, pipa gas Arun Belawan sangat penting bagi industri yang ada di Aceh dan Sumatera Utara. Selama ini, industri disana kekurangan pasokan gas. Kondisi ini tentu berdampak pada produksinya.

Karena itu, dia berharap, supaya proyek Arun Belawan ini bisa segera berjalan. Karena itu, kendala yang menghambat proyek tersebut harus bisa diselesaikan, salah satunya adalah keluhan pasokan gasnya yang belum dipasok oleh Exxon Mobile.

“Proyek pipa gas harus didukung penuh, karena ini mendukung efisiensi anggaran yang dikampanyekan pemerintah karena harganya lebih murah dibandingkan dengan BBM. Industri untung pemerintah juga untung,” tuturnya.

Karena itu, dia bilang, pemerintah harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Antara lain dengan mengajak duduk bersama Pertagas, Exxon Mobile dan pelaku industrinya supaya kendala penyelesaian proyek ini bisa selesai. Semakin terlambat, maka akan semakin memberatkan industri di Sumatera Utara.
WID – Metrotvnews.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalan Tarutung-Sibolga Longsor

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*