Ada Misi di Balik Kepopuleran Briptu Norman

1418229620X310 Ada Misi di Balik Kepopuleran Briptu Norman
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, Briptu Norman Kamaru dan Kasat Brimob Gorontalo AKBP Anang Sumpena (dari kiri ke kanan) saat diwawancarai wartawan usai hadir dalam program acara Dahsyat, di Studio RCTI Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

KOMPAS.com — Ibarat vokalis yang sibuk berpromosi single terbarunya, saat ini Briptu Norman Kamaru juga ikut sibuk road show di hampir seluruh stasiun televisi nasional. Apakah untuk promosi single “Chaiyya Chaiyya”?

Tentu tidak. Norman justru mengemban misi dari pihak kepolisian. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar tak menampik hal itu. Lewat pria kelahiran Gorontalo, Sulawesi Barat itu, pihak kepolisian ingin menjadikan polisi sebagai sosok yang lebih humanis sebagai pelayan sekaligus pengayom masyarakat.

“Iya benar. Jadi memang ada misi-misi Polri dengan penampilan Briptu Norman ini, karena sebenarnya Polri ini memiliki program kemitraan dengan masyarakat,” kata Boy.

“Kami berharap penampilan Briptu ini dapat membangun semangat kemitraan. Yang memang Polri sangat mengharapkan adanya kebersamaan dengan masyarakat dalam melaksanakan tugas,” lanjutnya.

Citra polisi yang humanis pun menjadi tujuan misi yang diemban Norman. “Artinya Polri yang humanis. Polri yang humanis itu ya tentu Polri yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Tapi dia (Norman) juga adalah seorang penegak hukum. Jadi kenapa Mabes memberikan arah bimbingan, karena diharapkan dapat menampilkan jati diri anggota Polri yang ideal. Oleh karena itu kami berusaha melihat kegiatannya yang pas apa, jadi norman diharapkan tetap memakai identitas seperti ini,” jabar Boy.

Seiring kepopularitasan Norman saat ini, Polri dengan cermat memanfaatkan situasi positif tersebut. “Oleh karena itu, momen seperti ini kami sangat berharap keinginan masyarakat dalam mendukung tugas-tugas kepolisian akan semakin baik,” tuntas Boy.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jualan gorengan, mahasiswa ini raup untung Rp 120 juta per bulan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*