Adnan Buyung Nilai DPR Kelewat Genit

TEMPO Interaktif, Jakarta –  Praktisi Hukum Adnan Buyung Nasution menilai pembentukan Panja Mafia Pemilu oleh DPR sebagai langkah yang tak tepat. “DPR terlalu genit,” ujarnya saat kepada wartawan di gedung DPR, Selasa 28 Juni 2011.

Panja Mafia Pemilu sendiri terbentuk setelah Komisi Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri DPR mendapatkan laporan soal praktik pemalsuan surat keputusan sengketa pemilu 2009 lalu. Laporan yang dinyatakan oleh Ketua Bawaslu, Bambang Eka Tjahya, dalam rapat kerja dengan Komisi II.

Sebelum laporan ini, Ketua MK, Mahfud MD, sebenarnya telah melaporkan kasus ini kepada Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Laporan ini dilakukan Mahfud terhadap mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum, Andi Nurpati.

Buyung menyatakan, karena kasus ini sudah dilaporkan kepada polisi, sebaiknya DPR tak perlu melakukan investigasi melalui panja. Yang harus dilakukan DPR, lanjutnya, hanya mengawasi jalannya kasus ini di kepolisian. “Sekarang DPR tinggal mendesak polisi. Jangan DPR mau ambil alih maunya mereka sendiri,” ujarnya.

Pengacara senior ini menyatakan bahwa apa yang dilakukan DPR ini sebagai tindakan merusak hukum. Ia mengatakan bahwa sebaiknya DPR mengurusi apa yang menjadi urusannya saja. “Ini kerjaan DPR kan banyak. Membuat undang-undang, mengawasi undang-undang yang berjalan. Bukan memeriksa setiap perkara,” tandasnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Nazaruddin Ditangkap di Kolombia Dengan Paspor Palsu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*