Aek Latong Macet 7 Jam – Hujan Deras Tiga Hari, Jalan Berlumpur & Licin

www.metrosiantar.com

MACET- Kondisi tanjakan Jalinsum Aek Latong yang licin dan berlumpur akibat diguyur hujan yang mengakibatkan antrean kendaraan mencapai 500 meter selama 7 jam, Jumat (2/4).

SIPIROK-METRO; Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung Km 8 tepatnya di titik tanjakan Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengalami kemacetan selama 7 jam, Jumat (2/4). Kondisi ini diakibatkan licinnya jalan serta berlumpur setelah diguyur hujan deras dalam tiga hari terakhir ini.

Amatan METRO, Jumat (2/4) pagi, antrean kendaraan khususnya roda empat mencapai sekitar 500 meter. Antrean terjadi Jumat subuh sekitar pukul 04.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, setelah lumpur di Jalinsum tersebut mulai mengering, dan kepadatan kendaraan yang lalu-lalang semakin berkurang.

Masih berdasarkan pantauan METRO, kemacetan arus lalu-lintas diakibatkan kondisi Jalinsum yang licin ditanjakan Aek Latong dari arah Tarutung menuju arah Sipirok. Antrean kendaraan pun tak bisa dihindari, karena untuk melewati jalan berlumpur dan menanjak, kendaraan harus melintas dengan cara satu persatu dan perlahan-lahan. Bahkan untuk kendaraan yang besar seperti truk dan bus harus diderek memakai alat berat yang siap sedia di lokasi.

Informasi yang dihimpun dari warga setempat mengatakan, kemacetan sudah terjadi Jumat (2/4) subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Akibatnya kendaraan besar seperti truk dan bus yang datang dari arah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menuju arah Sipirok, Kabupaten Tapsel, tepat ditanjakan Aek Latong tidak bisa melintas akibat kondisi Jalinsum menanjak tersebut terlalu licin untuk dilalui.

Baca Juga :  Retribusi Tor Simarsayang Akan Diambil Alih Satpol PP

“Kemacetan sudah mulai dari subuh tadi. Kendaraan besar seperti bus dan truk harus diderek satu per satu di tanjakan karena kondisi jalan licin setelah diguyur hujan semalam,” ujar Simbolon (31), warga setempat.

Ditambahkannya, kendaraan yang ukurannya lebih kecil bisa melintasi Jalinsum tersebut, namun harus ekstra hati-hati. “Kendaraan seperti mobil pribadsi dan taksi bisa lewat, namun harus satu-satu, dan perlahan,” ungkap Simbolon.

Awal Hasibuan (31), salah seorang sopir taksi Madina yang hendak menuju Medan kepada METRO mengatakan, akibat antrean tersebut, memakan waktu yang cukup panjang di jalan. Bahkan beberapa penumpang sudah merasa lapar, namun mereka masih terjebak dalam antrian.

“Dikira nggak ada macet, ternyata kami terjebak sudah 4 jam. Penumpang sudah pada kelaparan, karena nggak ada warung makan di sini,” keluh Awal.

Pengendara lainnya, Ir Muhammad Amin Siregar warga Siantar yang hendak berlibur ke Padangsidimpuan (Psp) juga terjebak dalam antrean tersebut.

“Kami sekeluarga mau berlibur ke Psp dalam acara keluarga. Kenapa jalan alternatif yang direncanakan tak kunjung selesai dan tak berwujud, apakah pemerintah tak kunjung menanggulangi masalah jalan Aek Latong ini? Kalaulah persoalannya karena masalah hutan lindung, yang mau dilalui ini juga adalah untuk kepentingan umum, sudah berapa kerugian akibat kondisi jalan Aek Latong ini?” ketusnya. (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  3 Bulan Tidak Terima Honor - Puluhan Kades di Panyabungan Mengadu ke DPRD

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*