Aek Pahu Batang Toru, Tapsel Meluap – Enam Rumah Hanyut, Delapan Terendam Lumpur

Rabu, 13 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

Foto: Illustrasi (www.pikiran-rakyat.com)

9 Rumah Rusak Diterjang Arus
TAPSEL-METRO; Sembilan rumah semi permanen dihuni 18 kepala keluarga (kk) karyawan PTPN 3 Batang Toru rusak diterjang arus Aek Pahu, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang meluap Selasa (12/1) kemarin sekira pukul 16.00 WIB. Tiga rumah rusak parah dan enam rusak ringan.

Tidak ada korban jiwa dalam banjir tersebut, namun saat ini 18 KK sudah dievakuasi ke rumah perkebunan dan karyawan lainnya mengingat hujan masih mengguyur wilayah tersebut hingga Selasa (12/1) malam sekira pukul 20.30 WIB.

Informasi dihimpun METRO dari Camat Batang Toru, Ibnu Salam menjelaskan, akibat hujan deras Selasa sekira pukul 15.00 WIB, permukaan air naik dan meluap hingga kedalam sekitar 3-4 meter. Sembilan rumah semi permanen yang diterjang banjir tersebut terdapat sekitar 20 meter dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Pahu.

18 KK yang menjadi korban banjir yaitu Poiman, Mujadi, Ngatino, Daniel, Tanjadi, Muji, Basailin, Tugimun, Feri Kurniawan, Marison, Edi Syahputra, Imron, Yunus Tanjung, Swandi, Pujiono, Agus Susatno, Rian, Soritua Situorang, dan Nasib. “Seluruh perumahan merupakan karyawan PTPN 3 Batang Toru, ” ujar Camat.

Diungkapkan Camat, para korban sudah dievakuasi ke rumah karyawan dan perumahan PTPN dan jaraknya sekitar 1 kilometer dari Jalinsum Psp-Sibolga. Air sungai sudah mulai surut dengan ketinggian sekitar 1-2 meter hingga pukul 20.30 WIB.

Tiga rumah dikatakan ruska berat karena memang hancur total dan harus di bangun baru agar bisa ditempati, sedangkan 6 rumah ruska ringan, dengan perbaikan sedikit dan dibersihkan sudah bisa ditempati lagi.

Baca Juga :  Rp68,1 M dana proyek TA 2010 PU Tapsel dilelang

Diungkapkannya, kejadian ini merupakan yang pertama kali yang terbesar meski tahun 2007 lalu sudah pernah, namun hanya menggenangi rumah warga dan tidak sampai merusak dan korban jiwa.

“Saat ini masyarakat sudah kita himbau untuk waspada di musim penghujan ini,” tuturnya sembari mengatakan bencana alam tersebut sudah dilaporkan ke Bupati Tapsel. (phn)

Banjir Bandang Kembali Landa Tapsel ; Enam Rumah Hanyut, Delapan Terendam Lumpur

Padangsidimpuan, (Analisa)

Banjir bandang disertai lumpur kembali melanda Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kali ini luapan air datang dari dari sungai Aek Pahu dan anak sungai Aek Pahu Tombak menerjang rumah warga yang berada di sekitar pinggiran sungai di Desa Aek Pahu Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapsel, Selasa (12/1) sekira pukul 17.00 WIB, menyebabkan 6 rumah hanyut terbawa arus sungai, 8 rumah lagi terendam lumpur.

Banjir bandang terjadi disebabkan turunnya hujan deras selama tiga jam yang mengguyur wilayah Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapsel datang secara tiba-tiba. Namun warga sempat mengungsi begitu mengetahui datangnya air bah, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Camat Batang Toru Ibnu Salam Harahap, S.Sos yang dihubungi melalui telepon selular mengatakan, kejadian terjadi begitu cepat, sekitar pukul 17.00 WIB akibat hujan deras selama 3 jam lebih. Warga tidak menduga kedatangan banjir diringi lumpur yang datang dari hulu sungai.

“Untungnya, pada saat kejadian warga sudah sempat mengungsi, namun tidak sempat mengambil harta benda mereka, ” ujar camat.

Menurut camat, saat ini masyarakat bersama Muspika sedang melakukan pendataan dan evakuasi terhadap para korban. “Kita masih terus melakukan pendataan dan mengevakuasi warga yang terkena musibah dengan mendirikan posko sementara di rumah-rumah penduduk yang jauh dari bahaya banjir, ” terangnya.

Sementara itu Kapolsek Batang Toru AKP JW Sijabat, SH mengutarakan, saat ini aparat dari TNI, Polri dibantu masyarakat terus melakukan evakuasi terhadap warga.

“Kita masih terus melakukan evakuasi sambil mendata kerugian, karena tidak tertutup kemungkinan rumah yang hanyut bisa bertambah, mengingat kondisi masih terus diguyur hujan, ” kata Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi masih mencekam mengingat hujan deras masih terus mengguyur wilayah tersebut. (ben)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*