Aek Sijorni Butuh Jembatan, Juga Lampu Jalan

Objek wisata Aek Sijorni tepat di jalinsum Tapsel-Madina menjadi tempat primadona bagi masyarakat Tapsel dan Tabagsel. Sayangnya jalan ke lokasi masih menggunakan dua jembatan gantung yang kondisinya sangat memprihatinkan dan berbahaya bagi penggunanya.

Objek wisata yang berlokasi Kecamatan Sayur Matinggi ini airnya bersih dan berlimpah yang mengalir di antara pepohonan dan kelapa. Daerah ini sangat mudah dijangkau, dan jumlah pengunjung setiap tahunnya terus bertambah. Saat hari libur merah dan libur hari besar keagamaan, pengunjung ke objek wisata Aek Sijorni membludak.

Untuk mempertahankannya, kondisi kedua jembatan gantung di atas Sungai Batang Angkola ini harus diganti agar tidak menyurutkan pengunjung bertambah. Umumnya pengunjung akan sulit melalui jembatan gantung, karena bergoyang ketika dilewati dan harus antri satu arah agar tidak bersenggolan.

Di lokasi objek wisata Aek Sijorni, pemerintah juga punya aset yakni sebuah Balai Benih Ikan (BBI). Karena objek wisata Aek Sijorni merupakan salahsatu penghasil PAD bagi Tapsel, pemerintah daerah diharapkan segera memprioritaskan pembangunan jembatan dan penerangan menuju lokasi.

Hal ini dimintakan Tokoh pemuda Kecamatan Sayur Matinngi, Tapsel, Arifin Siregar, Minggu (9/10).
“Karena daerah ini sangat potensial dikembangkan, diminta kepada Pemkab Tapsel untuk segera memprioritaskan pembangunan jembatan dan penerangan menuju objek wisata primadona masyarakat Tapsel sekitarnya ini. Dengan terbangunnya fasilitas-fasilitas tersebut ke Aek Sijorni, maka perekonomian masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Dasarnya, ujar Arifin, sejak dulu, menuju daerah wisata tersebut pengunjung hanya bisa menggunakan dua jembatan gantung di atas sungai Batang Angkola sebagai jembatan penyeberangan. Sementara jembatan gantung tersebut akan bergoyang ketika dilewati, dan harus antri satu arah agar tidak bersenggolan. “Masyarakat pengunjung akan merasa takut dan merasa tidak nyaman ketika melewatinya. Tapi, karena ingin berekreasi ke objek wisata Aek Sijorni, mereka terpaksa ke sana walaupun terus was-was,” ujar Arifin.

Baca Juga :  Warga : Komnas HAM Berjanji Investigasi Kasus Tambang di Batangtoru

Diceritakannya, di tahun 90-an karena kondisinya sudah lapuk jembatan gantung tersebut pernah putus ketika dilewati pengunjung. Saat ini tetap sama parahnya, karena lantai-lantai jembatan sudah mulai banyak yang membusuk karena dimakan usia. Walaupun ada yang diganti, kondisinya tetap rawan.

“Dasar inilah yang membuat kita mendesak pemerintah agar tahun depan memprioritaskan pembangunan jembatan permanen ke objek wisata Aek Sijorni. Dengan demikian, pengunjung yang menyeberang di atas sungai Batang Angkola tidak antri lagi dan akan merasa lebih nyaman,” ujar Arifin Siregar kepada Metro.

Kemudian, tambah Arifin, fasilitas lain yang masyarakat adalah lampu penerangan di lingkungan Aek Sijorni. Selama ini masyarakat menggunakan fasilitas lampu yang kebetulan ada putra daerah yang memiliki tanah di bagian atas lokasi pemandian yang memasukkan listrik dari PLN. Kemudian masyarakat berdagang di lokasi pemandian menarik aliran listrik PLN ke tempat usahanya masing-masing.

Karena belum ada lampu penerang yang dibangun pemerintah menuju ke pemandian tersebut, ketika malam kita melintas, Aek Sijorni akan terlihat gelap. Karenanya diminta kepada Pemkab Tapsel menjadikan prioritas pembangunan Jembatan dan lampu jalan di Aek Sijorni sebagai primadona pariwisata di Tapsel dan Tabagsel ini. (neo/mer)

sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  2 Tahun Pemekaran, Pembangunan Di Kab. Paluta Masih Statis

1 Komentar

  1. imada, madegesi,sugari cepat ma di bangun pemerintah jambatan i tu bariba,bisa muse torus motor tubariba,harana parkiran pe nasompit tu dei muda leng ditopi dalani,sementara motor nagodang mamolusi,bahat daganak,mabiar iba itondong motor.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*