Agen Togel Tapsel dan Kota Sidimpuan Diringkus

(Analisa/hendra irawan). Barang Bukti: Penyidik Subdit V Dit Reskrimum menyusun barang bukti empat tersangka kasus togel yang diringkus dari Tapsel dan Kota Padangsidimpuan, Senin (18/8).

Medan, Unit V Subdit III Dit Reskrimum Polda Sumut meringkus agen togel terbesar di Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padangsidimpuan, Sabtu (16/8) malam.

“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang resah dan menyebutkan di Kota Padangsidimpuan marak peredaran togel. Informasi ini segera ditindaklanjuti,” ujar Kasubdit III Dit Reskrimum AKBP Amri Siahaan melalui Kanit V Judi Sila, AKP Harry Azhar, Senin (18/8).

Dikatakan Harry, begitu dilakukan penyelidikan, akhirnya diringkus EP (35) penduduk Jalan Bakti Abri, Kelurahan Lestari, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Tersangka, sebutnya, diringkus saat merekap nomor-nomor togel hasil setoran para jurutulis. “Saat itu, EP sedang merekap di Jalan Perintis, Kelurahan Lestari, Kecamatan Kota Padangsidimpuan,” sebutnya.

Masih kata Harry, dari pelaku, pihaknya menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu unit telepon genggam dan dua sim card, beberapa rekap omset pasangan judi togel dan uang tunai Rp454.000.

Togel online

Di lokasi berbeda, sambungnya, juga dilakukan penangkapan terhadap GPH (41) penduduk Jalan Sisingamangarja, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Harry menjabarkan, penangkapan terhadap GPH tergolong sulit, karena guna menghindari pihak kepolisian, tersangka menjalankan praktik judi togel secara online. Tak hanya itu, pelaku juga menjalankan praktik togel manual.

Baca Juga :  Harga Karet Melambung Dari Rp. 8.000 Jadi Rp. 13.000 per Kg di Padang Lawas

“Penyelidikan dilakukan secara bertahap dan saat dipastikan yang bersangkutan mengelola togel online, maka di sebuah lokasi tak jauh dari kediamannya, tersangka langsung diringkus,” jabarnya.

Disebutkan, pelaku menerima nomor pemasangan togel secara langsung dan menyiapkan kertas tebakan nomor.

“Dari tangannya, kita menyita satu unit laptop, satu telepon genggam termasuk satu sim card, lembaran rekap omset togel Singapura, satu buku tafsir mimpi, satu kalkulator, satu modem, alat tulis, tiga blok kertas berisi pasangan nomor togel, 39 lembar kertas rekap judi kim dan uang tunai Rp520.000,” bebernya.

Kemudian, juga diringkus FHH (40) penduduk Jalan Lintas Gunung Tua Payung, Desa Huta Lombang, Kecamatan Padang Bolak, Paluta, yang menjadi agen togel. Darinya disita uang tunai Rp557.000, alat tulis, lembaran rekap nomor togel, kim, telepon genggam berikut sim card.

Dari lokasi penangkapan yang sama, lanjutnya, juga diringkus IH (29) yang menjadi penulis togel yang mengaku hanya mendapat beberapa persen dari omset yang didapat setiap hari.

“Polisi menyita sejumlah barang bukti dari IH, di antaranya telepon genggam berikut sim card dan uang tunai puluhan ribu rupiah,” kata Harry.

Dia memastikan, pihak kepolisian tak akan membiarkan praktik perjudian marak di Sumut. “Dimana pun ada praktik judi, akan digerebek dan pelakunya ditangkap,” tegasnya. (hen)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mikrofon Hidup-Mati, Bupati Tegur Sekda

2 Komentar

  1. Mesin judi dingdong juga adalah jenis judi yang membuat masyarakat jadi kurus kering……kenapa itu juga dibiarkan. Di Sipirok banyak dan marak mesin judi dingdong dengan menggunakan uang koin. Pertanyaannya, siapakah pemilik dingdong itu ??? Inda diida mata tapi diboto roha.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*