Agnes Monica Gandeng Rekan Kerja Madonna

Untuk memuluskan langkah go international-nya, vokalis Agnes Monica menerapkan strategi khusus. Ia menandatangani kontrak dengan perusahaan Sony/ATV Music Publishing, yang sebagiannya dimiliki bersama oleh The Michael Jackson Family Trust dan Sony. Ia menggandeng pula Beto Cohen, pencipta lagu, produser musik, remixer, dan sound engineer yang pernah bekerja sama dengan Madonna.

Album baru Agnes, Agnes is My Name–yang berisi 10 lagu terbaik sepanjang karier Agnes dan dua single mutakhirnya, yaitu “Karena Kusanggup” (2010) dan “Paralyzed” (2011)–akan dirilis melalui perusahaan music publishing tersebut. Perusahaan itu pernah menangani publishing lagu-lagu dari para artis musik kenamaan, antara lain, The Beatles, Bob Dylan, Neil Diamond, dan Diane Warren.

Agnes Monica mempromosikan album barunya, Agnes is My Name, di Jakarta, 2 Februari 2011.

Karena itu, penyanyi yang dikenal sebagai perancang busananya sendiri ini antusias dengan cita-cita go international-nya. “Senang banget hari ini. Selama dua bulan enggak ada berhentinya selesaikan semuanya,” ujar Agnes dalam jumpa pers peluncuran album Agnes is My Name, di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2011) malam.

Agnes juga menggandeng Cohen, yang lahir di Meksiko dan hingga kini menetap di Inggris, untuk membantunya menulis lirik “Paraliyzed”, yang akan dirilisnya dalam dua bahasa. “‘Paralyzed’ akan ada dua versi, satu bahasa Indonesia dan satunya lagi bahasa Inggris. Di sini saya bekerja sama dengan Beto Cohen, yang memegang konsep musik Madonna,” jelas Agnes.

Baca Juga :  Toy Story 3 Film Terlaris Musim Panas

Melalui cuplikan video pada acara jumpa pers tersebut, Cohen menyampaikan penilaiannya tentang Agnes. “Agnes punya talenta untuk menjadi bintang internasional. Dia punya bakat bernyanyi, dia seorang penari, dan dia juga merancang busananya sendiri,” kata Cohen.

Dengan pujian Cohen, Agnes merasa mendapat dukungan. “Sebenarnya dari dulu go saya adalah go international. Tapi, ada orang yang lupa kalau itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kalau ada pendapat itu (meragukan Agnes), ya terserah. Tapi, go saya tetap go international,” tekan Agnes. “Sebenarnya saya hanya menjadi warga Indonesia yang baik untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit,” pungkasnya. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*