Agnes Monica: Ngomong Inggris Bukan Berarti Tak Nasionalis

Penyanyi Agnes Monica berkesempatan tampil dalam iklan layanan masyarakat soal peringatan Hari Sumpah Pemuda. Menurut pelantun ‘Matahariku’ itu, memaknai sumpah pemuda saat ini harus dengan perubahan pola pikir.

Foto : Agnes Monica

Penyanyi berusia 24 tahun itu berpendapat, memaknai Sumpah Pemuda saat ini tidak lagi harus dengan menenteng bendera merah putih dan bambu runcing. Tapi, bagaimana caranya merdeka dari kebodohan dan kemiskinan.

“Sekarang harusnya merdeka dari kebodohan dan itu yang paling penting. Merdeka juga dari kemiskinan, jadi banyak sekali yang akhirnya harus diperjuangkan. Tapi tentu saja perjuangannya itu caranya harus berbeda dengan tahun 1928,” beber Agnes saat ditemui usai acara Penutupan 12 Pameran Optik 2010 Indonesia (GAPOPIN) di Hotel Shangri-la, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2010).

Penyanyi yang memiliki ambisi untuk go international itu juga membahas tolok ukur dalam menilai arti sebuah nasionalisme. Menurutnya jika seseorang kerap berbahasa Inggris bukan berarti orang tersebut tidak memiliki rasa nasionalisme.

“Aku masih banyak banget dengar selentingan ‘ah kalau lo ngomong pakai bahasa Inggris, berarti lo nggak nasionalis’. Toh pada kenyataannya banyak kok orang yang nggak bisa ngomong bahasa Inggris, tapi berbahasa Indonesia tapi korupsi,” kritiknya.

Sebelumnya, Agnes sempat diprotes oleh follower-nya di Twitter karena kerap nge-tweet dengan bahasa Inggris. Penyanyi yang didapuk menjadi host American Music Awards itu pun menanggapi kritik tersebut dengan dingin.

Baca Juga :  Selamat Jalan Charles Simbolon

(ich/mmu)

Sumber : detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*