Ahli Nuklir Teliti Radiasi ‘Jejak UFO’ Sleman

Hari ini tim dari BATAN dan Bapeten dikirim ke lokasi crop circle di Berbah, Sleman.

Meski berkali-kali disebutkan bahwa crop circle di persawahan Berbah, Sleman, Yogyakarta, besar kemungkinan karena rekayasa manusia dan bukan bikinan mahluk asing,  warga tetap saja berduyun-duyun datang ke sana. Mereka rela antre, walau cuma melihat dari jauh.

Warga datang ke sana, sebab cerita bahwa tempat itu bikinan mahluk asing lebih beredar luas, ketimbang penjelasan para ahli.  Cerita warga setempat juga menguatkan dugaan itu.

Banyak pertani yang menuturkan bahwa malam– sebelum lingkaran itu muncul– mereka pulang malam dari sawah. Jika gambar itu sudah terlihat saat subuh, itu artinya lingkaran serumit itu cuma dibikin dalam beberapa jam.

Guna meneliti apakah benar lingkaran itu buatan mahluk asing rekayasa manusia, Badan tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Yogyakarta, hari ini, Selasa 25 Januari 2010 mengirim tim ke lokasi.

Staf Sekretariat BATAN DIY, Agus Pitoyo menuturkan bahwa tim yang berangkat ke area persawahan di Dusun Krasakan, Desa Jogotirto. Tim bagian lingkungan, kata dia, berangkat pagi ini.

Mereka datang ke sana, “Untuk meneliti, apakah ada paparan radiasi atau tidak di padi, atau di tanah,” kata Agus saat dihubungi VIVAnews, Selasa 25 Januari 2011.  Untuk meneliti radiasi, tim BATAN bekerja bersama ahli dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Indonesia (Bapeten).

Baca Juga :  Ledakan Batu Akik

Dijelaskan Agus, pengecekan radiasi bisa dilakukan menggunakan alat deteksi yang dibawa ke lapangan. “Atau membawa sampel tanah, padi ke laboratorium,” katanya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hari ini juga mengirimkan tim ke Sleman Yogyakarta. Tujuannya, memeriksa crop circle, apakah itu hanya rekayasa manusia atau ada kaitannya dengan UFO.

Tim ahli yang dikirim adalah Kepala Pusat Pemanfaatan Sains LAPAN, Sri Kaloka Prabotosari dan Nizam Ahmad.

“Kami ingin melihat patahan-patahan batang padi. Nanti kita lihat apakah itu buatan manusia atau bukan,” kata Sri Kaloka ketika dihubungi terpisah, Selasa pagi. (umi) (vivanews.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*