Air Sisa Tambang Martabe Diuji Standar Baku pada Tiga Laboratorium

(Analisa/Aswadi). Plt Gubsu Gatot Pujo nugroho dan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu disaksikan unsur muspida dan masyarakat setempat terlihat sedang meminum Air sisa proses produksi Tambang Emas Martabe yang keluar dari ujung pipa pembuangan di Desa Saba Ronggang Desa Telo Batangtoru, Kamis (22/11).

Batangtoru, (Analisa). Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho bersama Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu, serta beberapa pejabat terkait lainnya, menyaksikan pengambilan sampel air sisa proses Tambang Emas Martabe dari ujung pipa di Saba Ronggang, Desa Telo, Batang toru untuk diuji standar baku mutunya di tiga laboratorium di Jakarta dan Bogor, Kamis (22/11)

Usai menyaksikan Pengam-bilan sampel air sisa produksi tersebut, Plt Gubsu bersama unsur Muspida Tapsel dan Presiden Direktur G.Resources Tambang Emas Martabe Peter Albert melakukan aksi minum bersama, dalam upaya meya-kinkan masyarakat bahwa air tersebut aman.

Usai melakukan aksi minum bersama Plt Gubsu kepada wartawan mengatakan, sejauh ini melihat ada upaya posisitif dari pihak tambang emas Martabe untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan mematuhi semua aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun untuk memastikan bahwa air sisa produksi tersebut memang aman bagi lingku-ngan dan masyarakat di sekitar tambang, tunggu hasil uji laboratorium yang akan dilakukan di Jakarta. Dengan demikian diharapkan, tidak ada lagi konflik yang terjadi di Batangtoru atas keberadaan Tambang Emas Martabe, kata Gatot Pujo Nugroho.

Untuk itu ke depan kata Gubsu, ia mengharapkan, manajemen Tambang Martabe untuk selalu melibatkan para pemangku kepentingan dan mengedepankan komunikasi, dengan mengakomodasi nilai-nilai serta kearifan lokal karena pada dasarnya masyarakat sebagai pemangku kepentingan ternyata mau menerima kebera-daan tambang dengan tangan terbuka.

Bupati Tapsel Syahrul Pasa-ribu dalam keterangannya menyebutkan, terhadap pem-buangan air sisa produski ini, Pemerintah Tapsel bersama masyarakat dan instansi terkait lain yang dibentuk dalam suatu lembaga independen, secara berkala akan terus memantau kondisi sisa air produksi tersebut.

Baca Juga :  Narkoba Sudah Membahayakan Dikalangan Remaja

Dapat Menerima

Untuk itu kepada masya-rakat kita harapkan untuk dapat menerima kehadiran Tambang Emas Martabe sebagai mitra untuk membangun daerah Tapanuli Selatan. Kepada Pi-hak perusahaan Syahrul meng-ingatkan, untuk secara simultan terus membangun komunikasi secara posotif dengan Pemda dan masyarakat di sekitar tam-bang, sehingga kehadiran tam-bang ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tapsel.

Merespons pernyataan tersebut, Presiden Direktur G-Resources Tambang Emas Martabe Peter Albert mengata-kan, perusahaan menghargai kesempatan dan dukungan yang diberikan semua pema-ngku kepentingan baik itu masyarakat, pemerintah, para mitra pengembangan, serta media massa, untuk memberi kesempatan bagi G.Resources Tambang Emas Martabe untuk terus beroperasi, serta melan-jutkan upaya membangun sosial, ekonomi dan tata-kelola lingkungan berkelanjutan dalam kemitraan dengan semua pihak di Tapanuli Selatan.

Penuntasan pipa dan pengaliran air sisi proses produksi ini kata Peter, adalah salah satu upaya berkelanjutan Tambang Emas Martabe untuk mengkomunikasikan, meyakinkan dan membuktikan kepada berbagai pihak bahwa, air yang dialirkan ke Sungai Batangtoru telah memenuhi standar baku mutu dalam KepMen Lingkungan Hidup No 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertam-bangan Biji Emas.

“Perlu saya Jelaskan sebe-lum dialirkan, air diproses dan dibersihkan terlebih dahulu dalam instalasi pemurnian air (Water Polishing Plant) berkapasitas 3.000 m3/jam yang kadar parameter baku mutunya diukur setiap hari, guna memastikan air itu aman bagi biota, tidak merusak ling-kungan maupun menurunkan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan,” tegas Peter.

Pengaliran air ini adalah bagian tak terpisahkan dari tahap commissioning/uji coba yang sedang dijalankan Perusahaan untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas pengolahan bijih emas mulai dari pabrik, instalasi pemurnian air, pipa, penampungan serta fasilitas lain yang telah di-bangun dengan standar kualitas internasional.

Keputusan

Sesuai hasil keputusan rapat Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) Sumatera Utara pada 14 November 2012 kata Peter, sampel air yang diambil ini akan dibawa untuk diperiksa di tiga laboratorium independen, yakni PT Intertek Utama Services berlokasi di Jakarta Timur, PT ALS (Analytical Laboratory Service) Indonesia di Bogor, dan Sarana Pengendalian Dampak Ling-kungan (Sarpedal) – laborato-rium yang berada di bawah pengawasan Kementerian Li-ngkungan Hidup di Puspiptek Serpong. Hasil uji laboratorium diharapkan akan keluar dalam jangka waktu 14 hari kerja.

Baca Juga :  Waspada....! Flu Burung Serang Tapsel

Sebagai wujud transparansi, beberapa perwakilan masya-rakat lingkar tambang didam-pingi pejabat Pemerintah Pro-vinsi dan Kabupaten maupun instansi yang tergabung dalam FKPD Sumatera Utara serta media massa, akan turut serta memantau perjalanan botol air sampel hingga diserahkan ke laboratorium penguji.

“Ini merupakan salah satu perwujudan transparansi ki-nerja Tambang Emas Martabe kepada publik. Perusahaan mengapresiasi keikutsertaan para pemangku kepentingan untuk memantau rangkaian proses pengujian sampel ini. Kami berharap para perwakilan ini dapat menyampaikan informasi yang benar kepada pihak-pihak lain di sekitarnya, sehingga tercipta kerjasama harmonis yang mendorong Tambang Emas Martabe terus menjalankan perannya, sebagai bagian dari strategi pemerintah MPE3I demi pembangunan negeri ini,” ujar Peter didampingi communications Manager G-Resources Katarina Hardono Siburian. (di)

 

sumber : www.analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

12 Komentar

  1. Mana foto si bule kok ngak nampak minum?, apa dia tau air limbahnya tercampur sama limbah wc perusahaan?? Hoek.. malah ada dengan lahap nya minum sampe pakai dua tangan, kalau yg itu saya ngak heran lagi jgn kan air limbah, darah masyarakat pun di minumnya

  2. astaghfirulloh.. berani sekali pejabat meminum air tersebut? memberi contoh buruk kepada masyarakat.

    reaksi limbah tersebut tidak akan terlihat dalam jangka pendek, namun dampaknya akan jangka panjang. dan kalau minum hanya sekali gak ngaruh apa2.

    kalau minum langsung tepar.. itu seh bukan libah, tapi racun tikus..!!

  3. Judul yang pas diatas adalah……. PENGUASA TUNDUK PADA PENGUSAHA ! pengusaha memaksa penguasa minum air comberan ! bodoh….

  4. Ada orang cari fulus dg politik .. Ada orang cari fulus dg menulis .. Ada orang cari fulus dg menghasut dan mengintimidasi masyarakat bodoh spt yg dilakukan si Murnip

  5. Banyak Cara strategy buat PIhak-pihak untuk meyakinkan masyarakat bahwa semua sudah benar, semua sudah tidak berbahaya,semua bersih, semua seakan-akan murni dilakukan tanpa rekayasa… namun satu hal, namanya limbah tetap limbah….. Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho bersama Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu, mohon amang nami raja bolon, unang ma nian dipaoto-oto angka rakyat muna i ate…

    Kalau memang itu tidak berbahaya, sebaiknya hasil pembuatan limbah ini menjadi sumber air bagi seluruh karyawan dan semua yang bekerja di Tambang ini dari sekarang dan selamanya, sehingga tidak perlu dibuang-buang ke Sungai Batangtoru yang dari dulu menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Apalah artinya buat perusahaan sebesar AI ini dengan membuat penampungan standar Internasional demi menghindari komplik2 dimasa yang akan datang, dan biarlah dari penampungan ini semua Pejabat Pemda Setempat dan semua Kantor Pemda setempat menggunakan air dari hasil limbah ini dari sekarang hingga masa yang akan datang….. Kalau itu dilakukan, maka seluruh keraguan masyarakat tidak akan pernah merasa curiga ada begini dan begitu bahkan terkesan membuat semua seakan-akan telah sesuai dengan aturan…..

    Hingga saat ini, umumnya masyarakat disekitar penambangan dalam jangka panjang akan membawa dampak sosial yang berkepanjangan yang merugikan masyarakat disekitar penambangan….
    Dalam PILGUBSU 2014 kedepan, sebaiiknya masyarakat Sumatera Utara khususnya Tapanuli Selatan, agar lebih berhati-hati memilih bagaimana tanggapan, rencana dari masing-masing Calon GUBSU nantinya terhadap tambangan ini….

    Jadi sekali lagi, kalau memang itu sudah bersih, dan bisa diminum, seluruh kantor-kantor pegawai Pemda Tapanuli Selatan, Polisi, TNI sebaiknya diwajibkan melalui PERDA setempat wajib/harus menggunakan seluruh Air pembuangan Tambang ini sebagai kebutuhan sehari-hari di rumah-rumah Pejabat, TNI, Polisi selain digunakan oleh Seluruh Karyawan Tambang ini. Dengan begitu yang dikatakan bahwa benar-benar limbah ini sudah tidak berbahaya akan mendpaat kepercayaan masyarakat, kalau tidak??? maka masalah demi masalah akan silih berganti dimasa yang akan datang dari kehadiran Perusahaan tambang ini…

  6. ini nih iklan sesat cuma sekali minum, si Gatot dan Syahrul minum air ( mentah) sisa proses produksi ! pemimpin-pemimpin yang sudah super lenong. semoga kalian mencret !

  7. @Parhuta-huta Ya itulah, om, lebih baik kalau ditelaah dulu sebelum komentar, jangan jelek-jelekin nama orang yang ga ada sangkut pautnya. Kasian lah si Iman Hsb ini.. Fokus saja lah ke isi beritanya.
    Dan… memangnya orang luar tidak boleh berkomentar di kolom website ini? Lalu siapa yg boleh komentar? Aneh deh, si om parhuta ini.

  8. Macam kau orangnya nama samaran “anak sekolah” memang perlu cari tahu karena kau orang luar yg sok nimbrung. Bagiku yg lebih penting bukan sekedar siapa tapi apa dan bagaimana orangnya, dan ttg apa dan bagaimana komentarku ttg minum sekali seumur hidup, itu yg perlu dikomentari. Tidak lari dari pokok hal yg dikomentari. Asal mampu !

  9. @Parhuta-huta huahahaa…dibaca dulu yang benar, jangan asal nyerang seseorang. Dilihat dulu kode penulis berita ini siapa, cari tau siapa penulisnya, barulah kau bisa koar-koar di sini. Malu dong ah.

  10. Nah, ini dia berita “drama satu babak” si wartawan Iman Hsb yg profesinya telan berita press release “muntahan” Pemkab. Mbok to wong cilik rakyat pemukim tepi Sungai Bt Toru ditanya, apa mereka semua cuma minum air sungai Bt Toru cuma sekali seumur hidup seperti si Gatot dohot si Syahrul? Susah jadi jurnalis kacangan di Tapsel, akalbudi taruh di dengkul, hatinurani gantung di bokong, perut ngatur moncong.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*