Air terjun Sitimbulan Marancar, wisata alam Tapsel yang terabaikan

Air Terjun Sitimbulan, Marancar, Tapsel (flickr/photos/30040701@N02

Air Terjun Sitimbulan, Marancar, Tapsel (flickr/photos/30040701@N02

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diketahui memiliki banyak potensi alam yang dapat dijadikan sebagai objek wisata. Namun sayangnya, dari sejumlah tempat tersebut belum diatur dan dikelola sebaik mungkin. Padahal selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, potensi wisata yang ada dapat membawa nama kabupaten dikenal mulai dari tingkat lokal, domestik bahkan internasional.

Seperti Air Terjun Sitimbulan, salah satu objek wisata yang berlokasi di Desa Haunatas Kecamatan Marancar Kabupaten Tapsel ini memiliki potensi wisata yang dapat menghasilkan pendapatan yang bisa membantu perekonomian masyarakat setempat. Sayangnya, peluang tersebut belum mampu ditangkap dan dikembangkan oleh pihak pemerintah setempat. Padahal, dengan cara swadaya, masyarakat setempat sudah membuat dengan seadanya, agar lokasi tersebut banyak didatangi oleh para pengunjung yang berasal dari luar.

Hendrawan Hasibuan, salah seorang aktivis lingkungan dan juga penggiat potensi wisata Tapanuli Selatan, Sabtu (9/10) lalu mengatakan, secara pribadi ia merasa miris dan sedih melihat banyaknya potensi alam di wilayah Kabupaten ini yang bisa dijadikan sebagai objek wisata, namun tidak dilihat, diperhatikan dan digarap secara serius. Padahal, ungkapnya, dengan banyaknya potensi alam yang ada, bisa menjadi sebuah kebanggan dan memilik nilai jual untuk dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di Sumatera maupun di Indonesia.

Seperti Air Terjun Sitimbulan ini, pria yang aktif memberikan edukasi untuk selalu menjaga kelestarian alam dan lingkungan menceritakan, keberadaan air terjun tersebut sudah lama diketahui keberadaannya. Bahkan oleh masyarakat sekitar, tempat dan lokasinya dijaga dengan sebaik mungkin guna menunjukkan pesona wisatanya yang memikat.

Baca Juga :  Simarsayang Sepi...? Mereka Mungkin Lari Kesini...!

“Lokasi air terjun ini sebenarnya sudah lama diketahui, bahkan oleh warga setempat dijaga dan tetap dipelihara kelestariannya. Sebab mereka tahun tempat ini sangat layak untuk menjadi objek wisata yang tujuannya dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka,” ujarnya saat mengunjungi lokasi tersebut.

Namun, pria yang pernah menjadi pendamping desa di lokasi air terjun ini mengaku miris terhadap pemerintah setempat yang dinilainya tidak memiliki program untuk mengenalkan tempat yang bisa dikategorikan sebagai potensi wisata yang memiliki nilai jual tersebut.

“Seharusnya pemerintah melalui Dinas Pariwisatanya melakukan hal tersebut, invetarisir potensi-potensi alam yang layak dijadikan sebagai objek wisata dan selanjutnya dikembangkan dan kemudian dikenalkan dengan cara sosialisasi baik melalui media sosial, website dan lainnya,” tukasnya.

Diketahui, Air Terjun Sitimbulan ini berada cukup dekat dengan pemukiman masyarakat di Desa Haunatas Kecamatan Marancar Tapanuli Selatan. Menuju ke lokasi ini juga tidak sulit, ada dua rute yang bisa ditempuh dari Kota Padangsidimpuan dengan jarak kurang lebih sekitar 40 Kilometer yaitu, pertama melalui Jalinsum Psp-Batang Toru masuk ke Kecamatan Marancar dan tiba di persimpangan dua berbelok ke kiri menuju Desa Haunatas yang juga bisa menjadi jalur alternatif jika hendak menuju Sipirok.

Kedua, dari Psp melewati Angkola Julu masuk ke arah Pintu Langit. Jalur ini juga cukup banyak diminati, sebab ketika melintas pengendara atau pengunjung yang hendak mendatangi lokasi Air Terjun Sitimbulan ini disuguhkan oleh pemandangan alam yang bernuansa pegunungan. Jalan yang dilalui juga sudah cukup bagus dengan aspal yang layak dijalani.

Baca Juga :  Nursaima Ditemukan di Hutan Gendong Seekor Kucing

Dari Desa Haunatas, lokasi air terjun hanya berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman warga sekitar dengan suasana alam yang cukup dapat membuat hati dan pikiran teduh, sejernih dan sedingin Air Terjun Sitimbulan yang turun dengan deras dibawah aliran sungai yang membentuk seperti sebuah kolam dan dapat menampung ratusan orang didalamnya. (Artikel: oryzapasaribugorat, Foto: flickr/photos/30040701@N02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 2 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*