Akhir Tahun, Jasa Pengurusan Paspor Banjir Pesanan

Menjelang akhir tahun, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan menjadi instansi yang paling ramai dikunjungi warga. Di akhir tahun 2010 ini, warga berbondong-bondong mengurus surat keimigrasian di tempat tersebut.

Namun banyak juga warga yang enggan antre dan memilih untuk menggunakan jasa pengurusan paspor, akibatnya jasa semacam ini pun kebanjiran order.

“Lumayan, hari ini saya ngurus 13 orang yang minta dibuatkan paspor,” ujar penjual jasa pengurusan paspor yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom di kantor Imigrasi jakarta Selatan, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (17/12/2010) malam.

Pria bertubuh kurus dengan rambut kriting mengaku bila menjelang akhir tahun seperti sekarang ini dirinya kebanjiran pesanan. Bila dalam kondisi normal perhari rata-rata ia hanya mendapatkan satu pelanggan. Namun momen akhir tahun seperti sekarang ini, ia terkadang mendapatkan order hingga belasan perharinya.

“Sebagian besar minta dibuatkan paspor, tapi ada juga yang minta perpanjangan atau minta paspor baru karena hilang,” terangnya.

Untuk jasa pengurusan paspor, Hardi mematok harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung dari lamanya proses pembuatan. Padahal biaya resmi pengurusan paspor tersebut hanya Rp 270 ribu, yang terdiri biaya pembuatan paspor 48 halaman sebesar Rp 255 ribu dan biaya pengambilan sidik jari sebesar Rp 15 ribu.

Dengan kenalan beberapa orang dalam yang dikenal sejak dua menjalankan bisnis ini, Hardi mengaku tidak mengalami kesulitan. Ia selalu bisa menembus barisan antrean dan mengambil jalan pintas sehingga proses menjadi relatif lebih cepat.

Baca Juga :  Warga Indonesia di Singapura Galang Dana

“Pagi kita urus semuanya, sore biasanya kita minta orang itu datang untuk foto. Malam biasanya sudah jadi, tapi kalau ramai gini palingan dua hari baru selesai,” terangnya.

Lamanya proses dan banyaknya tahapan yang harus dilalui saat mengurus dokumen ke imigrasian membuat sebagian warga mengambil jalan pintas dengan memanfaatkan jasa Hardi. Bisnis ini pun bisa terus eksis lantaran ada petugas imigrasi yang masih bisa diajak kongkalikong, sekadar mempercepat proses. hardi pun mengaku hal tersebut bukalah barang gratis, melainkan harus membayar sejumlah kepada kenalannya pihak dalam (imigrasi).

“Ya adalah tapi saya tidak bisa nyebut berapa. Ya sama-sama cari makan kan kita,” terangnya.

Suhardi mengaku tidak sendiri, puluhan orang juga menjalankan profesi serupa. Meski demikian, ia enggan disebut sebagai calo paspor.

“Kita bukan calo, kita resmi kok. Kalau calo kan dilarang kita blak-blakan, kadang kita ngiklan, kita ini penjual jasa,” imbuhnya. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Isu yang dilemparkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan sulitnya mengurus Pasport di 2011 dan akan lebih mahal pembuatan pasport setelah Desember 2010 atau dimulai 2011 benar-benar berhasil diisukan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan pihak2 yang tidak bertanggung jawab. Sehingga Masyarakat benar-benar merasa dibohongi dengan gosip tersebut setelah adanya penjelasan resmi dari pihak terkaid yang meluruskan gosip2 yang tidak benar.
    Jika kita menyimak penjelasan Juru Bicara Imigrasi, jelas mengatakan bahwa tidak ada peningkatan biaya di 2011 dan jauh lebih mudah mengurus pasport di 2011, hanya satu hal jumlah pasport yang akan keluar 2011 ada pembatasan mengingat sisdan prosedur yang akan dijalankan mengganti sistim sesuai dengan tehnology yang dimiliki. Bahkan jika dihitung secara biaya resmi, jauh lebih murah setelah Desember 2010 nanti. Bahkan jika kita melihat kebiasaan dalam pembuatan sistem, parport yang dibuat dengan sistem manual, bisa saja nanti harus menyesuaikan ke sistem baru, sehingga jika baru membuat pasport hanya gara-gara Isu Biaya akan naik atau akan semakin sulit bisa saja akan diminta akan melakukan register ulang, seperti penyesuaian pembuatan KTP saat ini. Yang mulai masuk ke era babak elektronik dari Manual ke Elektronik, dimana yang mempunyai KTP yang tidak Elektronik diminta untuk merubah KTP ke Elektronik dengan batas tertentu.
    Terlambatnya penjelasan Departement Imigrasi memang benar-benar membawa keberuntungan tersendiri bagi pihak-pihak yang mengambil keuntungan untuk pribadi di akhir tahun ini.
    Jadi, buat masyarakat hati-hati menerima isu/informasi yang bersifat sistem dan prosedur pemerintahan jika tidak mau menjadi korban dari isu pengganti suatu sistem dan prosedur yang oleh pemerintah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*