Akhirnya 2 TKS Pemkab PALAS Pencuri Sawit Dipecat

Rabu, 17 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Sejak ketahuan mencuri buah sawit milik H Rahmat yang berada di lokasi areal Ponpes Daarul A’dalah, Lubuk Barumun, Senin (8/2) lalu, dua Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Pemkab Padang Lawas (Palas) yaitu Hilman Hasibuan (24), bekerja di Satpol PP dan Iskandar Siregar, di Dinas Perhubungan resmi dipecat.

Demikian ditegaskan Kepala Kantor Satpol PP, Iskandar Zulkarnain Lubis dan Kadis Perhubungan, Irfan Soaduon Hasibuan kepada METRO, Selasa (16/2) kemarin.

Irfan Soaduon Hasibuan membenarkan Iskandar Siregar bekerja di Dishub dan sudah memasuki pengabdian sebagai TKS selama tiga tahun lebih tanpa ada diberikan gaji, karena TKS sifatnya adalah Buruh Harian Lepas (BHL). Namun selama ini, sebut Irfan, Iskandar selalu berkelakuan baik dalam melaksanakan tugasnya setiap hari, begitu juga dalam pergaulannya di lingkungan Dishub.

“Secara kedinasan yang bersangkutan sudah kita pecat, karena perbuatannya melanggar hukum. Ya diproseslah secara hukum, meskipun hanya mencuri sawit,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kakan Satpol PP Palas, Iskandar Zulkarnain Lubis. Ia mengakui Hilman yang menjadi tersangka pencurian sawit dan sedang mendekam di tahanan Polsek Barumun benar bekerja di Satpol PP dengan status TKS.

“Tidak ada gajinya, karena tidak ditampung. Sudah dua tahun memang dia itu mengabdi di Satpol PP,” ujarnya.

Sekedar diketahui, sejak menjadi TKS Maret 2008, Hilman tidak pernah diberi gaji sepeserpun, hanya mengharapkan uang pemberian orangtuanya yang bekerja sebagai petani, termasuk ongkos pulang perginya bekerja ke kantor di Pasar Latong, Kecamatan Lubuk Barumun.

Baca Juga :  "Menex Band" Band-nya Anak Padangsidimpuan

Selama dua tahun, ia pun mengabdi dan menjalankan tugas yang diamanahkan kepada dirinya sebagai anggota penegak Perda, meski tanpa gaji. Namun akibat tuntutan hidup sehari-hari yang harus dipenuhi, membuat Hilman nekad mencuri sawit milik H Rahmat yang berada di lokasi areal Ponpes Daarul A’dalah, Lubuk Barumun, Senin (8/2) sekira pukul 18.00 WIB. Namun naas, dirinya tertangkap dan sempat dimassakan warga, hingga kepalanya luka dan mendapatkan lima jahitan.

Sedangkan kawan Hilman yang juga ikut mencuri sawit milik H Rahmat yaitu Iskandar Siregar yang juga TKS di Dinas Perhubungan Kabupaten Palas melarikan diri dan sudah dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak Kepolisian.

“Saya terpaksa. Gimanalah bang, untuk hidup sehari-hari susah, biaya hidup pas-pasan. Sudah dua tahun saya bekerja tapi tidak ada gaji. Selama ini biaya hidup saya hanya dari orang tua. Terpaksalah saya mencuri bang, tidak ada jalan lain. Sumpah bang baru kali ini saya mencuri, nyesal saya bang,” ujarnya dengan nada lemas dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Diceritakannya, kronologis pencurian tersebut berawal karena tidak ada lagi uang untuk membeli kebutuhan hidup seperti rokok, sehingga dirinya terpaksa melakukan hal tersebut bersama kawannya.

“Baru buah kelima kami dodos, sudah ketahuan sama penjaga sawit. Sambil berteriak penjaganya, saya dimassakan warga setempat. Inilah kepala saya bonyok dilempar penjaga sawit pakai batu. Terus saya diboyong warga ke Polsek ini bang, sedangkan kawan saya lari,” sebutnya sambil menunjukkan jahitan di kepalanya.

Baca Juga :  Jembatan Aek Sirumambe Nyaris Putus

Sementara itu, Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya SH MH melalui AKP Herwansyah Putra SH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Kusnadi membenarkan hal tersebut. Tersangka dijerat KUHP pasal 363 ayat 4 E dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.

“Hilman tersangkanya, sekarang kawannya sudah dinyatakan sebagai DPO,” terang Kapolsek dan Kanit mengakhiri. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*