Akhirnya, Aek Latong Berlampu

MEDAN – Tragis. Sebuah kecelakaan tenggelamnya bus ALS di Aek Latong baru mampu menyadarkan pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut)  bahwa kondisi jalan Aek Latong sudah amat parah. Bukan sekedar infrastruktur, melainkan juga penerangan jalannya.

Untuk itu, Pemprov Sumut berencana memasang lampu jalan khusus di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Aek Latong, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) untuk antisipasi dini terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho mengatakan,pemasangan lampu jalan di Aek Latong dilakukan Pemprov Sumut bekerja sama dengan PT PLN. Fasilitas penerangan jalan itu digunakan khususnya untuk malam hari.

“Kami akan berkoordinasi dengan PLN,”katanya. Selain lampu jalan, lanjut Gatot,pihaknya juga akan mencari cara untuk bisa mengurangi tingkat kecuraman jalan di Aek Latong.

Dengan demikian,kendaraan yang melaluinya lebih mudah dan tingkat kerawanan dapat diminimalisasi. Kedua hal tersebut merupakan bagian dari rencana jangka pendek yang akan dilakukan menunggu realisasi jalan alternatif yang akan dikerjakan oleh Balai Jalan Sumatera Wilayah I.

Selama belum ada jalan alternatif,setiap pengendara diminta untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas serta memperhatikan kondisi mesin kendaraan yang layak jalan. Gatot menuturkan, sebagai kepala daerah,dia merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam kecelakaan di Jalinsum AekLatong yang menewaskan 19 penumpang tersebut.

Baca Juga :  Wahai Rakyat, Siapkan Telor Busuk pada 2 Maret 2010

Karena itu, dia juga menginstruksikan semua pihak,khususnya pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Sumut agar terus membenahi pelayanan kepada masyarakat. Gatot juga mengungkapkan bahwa dirinya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaaan Umum (PU) terus mengusulkan agar perbaikan jalan segera dilakukan di Aek Latong.

Sebab, jalan tersebut masih menjadi jalur utama bagi kendaraan darat yang ke luar dan masuk Sumut. “Jangan lagi ada korban jiwa, yang disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak.Kepada Jasa Raharja, saya berharap dalam melaksanakan program corporate social responsibility (CSR) agar senantiasa berkoordinasi dengan Pemprov Sumut. Kami ingin CSR tersebut diprioritaskan bagi perbaikan infrastruktur, khususnya jalan lintas,”paparnya.

Kecelakaan bus ALS di Aek Latong terjadi Senin (27 Juni) lalu. Kecelakaan yang terjadi akibat tergelincirnya bus antar kota dari Medan menuju Bengkulu ini menewaskan 19 orang penumpangnya akibat bus tenggelam ke sebuah danau di kawasan tersebut.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*