Akibat Adanya Dugaan Rekayasa Perkara Narkotika – PN. Padangsidimpuan Bebaskan Nirwan (als. Giwang)

9854225db72c5b4e4cbaeaf359af24390a145de Akibat Adanya Dugaan Rekayasa Perkara Narkotika PN. Padangsidimpuan Bebaskan Nirwan (als. Giwang)
Pengadilan Negeri Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, AKS, Sidang perkara pidana khusus Narkotika dengan Terdakwa Nirwan Effendi Nasution als. Giwang (35 th) penduduk Jl. Kartini No. 42 Kel Wek V Kec Kec. Psp. Selatan Kota Padangsidimpuan yang beberapa waktu lalu telah pula dilaporkan ke Propam Poldasu akibat adanya dugaan rekayasa perkara tsb, akhirnya berakhir dengan dibebaskannya Terdakwa Nirwan Effendi Nasution als. Giwang dari seluruh dakwaan JPU Kejari Padangsisimpuan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padangsidimpuan yang Hakimnya diketuai Maju Purba, SH dan Erwin Eka Saputra, SH serta Wahyuddinsyah Panjaitan, SH., M.Hum selaku Hakim anggota.

Dalam putusan perkara pidana No. 346/Pid.Sus/2011/PN.Psp yang dibacakan secara terbuka untuk umum pada hari Rabu (28/9). Yang mana dalam perkara itu sebelumnya JPU telah menyatakan Terdakwa telah terbukti bersalah melanggar Dakwaan Primair yakni Pasal 112 (1) UU RI. No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan menuntut Terdakwa Nirwan Effendi Nasution als. Giwang selama 5 tahun penjara dan denda Rp. 800 juta, namun ternyata semua dakwaan JPU tersebut berdasarkan pertimbanganm hukum Hakim dinyatakan Tidak Terbukti.

Demikian hal ini diterangkan Pengacara Terdakwa Nirwan als. Giwang yakni Marwan Rangkuti, SH dari Kantor Hukum Marwan Rangkuti dan Rekan di JL. Perintis Kemerdekaan No. 16-B Padangsidimpuan, Kamis (29/9) pada wartawan. Dalam kesempatan itu, Marwan juga menerangkan bahwa kliennya Nirwan als. Giwang sebenarnya merupakan korban pemaksaan hukum dan juga adanya dugaan rekayasa oleh oknum Polres Padangsidimpuan maupun JPU dalam melakukan penyidikan serta penelitian berkas perkara Nirwan als. Giwang, dimana perkara itu disidik dan diteliti secara tidak professional ataupun amatiran, bahkan terkesan sangat dipaksakan untuk dibawa kepengadilan, sehingga hal ini menyebabkan klien kami sempat ditahan hingga lebih 7 bulan lebih.

Baca Juga :  17 Agustus, 379 Napi Dapat Remisi di Tabagsel

“Kami mengharapkan agar perkara-perkara seperti ini tidak lagi terjadi, dan juga para penyidik maupun JPU malu dan introspeksi diri karena akan dinilai masyarakat bahwa mereka tidak mampu dalam lakukan tugasnya, bahkan tindakan ini juga sangatlah membuat orang lain menjadi lebih teraniaya dan dirugikan. Bagaimana kalau saja hal ini terjadi pada diri keluarga kandung oknum aparat penyidik maupun JPU yang bersangkuatn? ” kata Marwan yang juga didampingi Nirwan als. Giwang dan istrinya.

Dalam kesempatan itu, Nirwan als. Giwang juga meminta kepada Kapolresta Padangsidimpuan bahwa dengan adanya putusan bebas dirinya ini, untuk dapat memberikan sanksi yang tegas kepada oknum bawahannya karena timbulnya perkara tsb, sebab ianya telah teraniaya selama 7 bulan lebih dipenjara. “Saya selaku orang yang telah teraniaya akibat perkara ini mohon diberikan keadilan oleh Bapak Kaploresta Padangsidimpuan, agar menindak para oknum Polresta yang menuduh saya, karena saya yakin Kapolresta akan bersikap satria dalam tegakkan hukum di Padangsidimpuan.”  kata Nirwan als. Giwang dengan mata yang berkaca-kaca serta juga istrinya terharu (M-Rkt)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. sudah bukan hal yang aneh di republik ini banyak kasus salah tangkap…rekayasa kasus untuk menaikkan pamor oknum polisi sebagai orang yang berprestasi, padahal semua itu tidak sesuai aturan hukum yang ada yang menyebabkan rakyat kecil yang menjadi korban, bisa dibayangkan selama 7 bulan meringkuk dalam LP hanya karena karena rekayasa kasus, untuk itu kepada aparat kepolisian agar bersikap profesional dalam menangani suatu kasus sehingga rakyat kecil jadi korban dari sikap arogansi anda, sudah bukan jamannya lagi polisi menakut-nakuti rakyat, anda harus ingat anda adalah pelindung dan pengayom rakyat…..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*