Akibat Amdal Manipulatif Cacat Hukum : Masyarakat Muara Batang Toru Tolak Limbah Tambang Mas G-Resources

Hutaraja, Konflik lokal antara investor dari Hongkong perusahaan tambang mas G-Resources dengan masyarakat 8 desa di Kecamatan Muara Batang Toru berlanjut makin sengit. Tanpa ada win-win solution yang diprakarsai Pemkab Tapsel, peta konflik akan melebar ke ruang lingkup regional Sumut bahkan bisa mencuat jadi kasus nasional.

Awal konflik bermula ketika masyarakat Muara Bt Toru melihat pengerukan galian paret untuk pemasangan saluran pipa buangan limbah tambang mas dari Tor Sipal-pal Kecamatan Bt Toru sepanjang 2,7 Km melewati areal perkebunan sait PTPN-3 menuju ke hulu sungai Bt Toru, tepatnya 1 Km ke hilir dari Jembatan Parsariran yaitu di dekat Desa Bandar Hapinis Kec. Muara Bt Toru.

Setelah masyarakat menyetop dan mengusir kegiatan G-Resources menanam pipa saluran limbah, Muspika serta Muspida Tapsel coba lakukan beberapa kali sosialisasi mulai dari pertemuan di Hutaraja, Parsariran sampai diprakarsai Kapolres AKBP Subandriya di Mapolres Tapsel, namun buntu sasaran tak tercapai, karena masyarakat tegas menolak dalih pembenaran apapun yang dilontarkan G-Resources dan Muspida Tapsel.

Karena penolakan masyarakat tetap diacuhkan G-Resources dan Muspida Tapsel, akhirnya ketidakpuasan masyarakat meledak. Selasa tgl. 12 Juni 2012 sewaktu ratusan massa membakari 64 batang pipa saluran limbah yang ditumpuk di aeal PTPN-3 Batang Toru. Berlanjut mobil jeep double cabin merk Ford Ranger BK-1115-QH inventaris Tim Security G-Resources yang sedang melintas di Sipisang hangus dibakar massa.

Surat pemberitahuan Forum Pelestarian Sungai Bt Toru yang diketuai Kades Muara Hutaraja, Ramli Pardede No. 02/FPSB/XIV-IV/tgl. 23 April 2012 ke General Manager Operations G-Resources tidak dipedulikan.

Belakangan pihak perusahaan tambang mas G-Resources menyerahkan terhadap tekanan masyarakat agar menyerahkan dokumen Amdal lengkap No. 53/Kpts/2007 yang disetujui Komisi Penilai Amdal tgl. 13 Maret 2008. berikut dokumen RKL dan RPL yang disetujui Komisi Penilai Amdal No. 540/5165/2010 dan Surat Pemkab Tapsel No. 540/4337/2010 tgl. 29 Juni 2010.

Baca Juga :  PT Medan perberat hukuman eks Bupati Palas menjadi 8 tahun bui

Sesudah diteliti ternyata isi dokumen Amdal, RKL dan RPL limbah tambang mas G-Resources banyak memuat keterangan palsu yang memanipulasi fakta sebenarnya. Seperti Official Statement/Surat pernyataan General Manager (GM) Operation G-Resources Tim Duffy tgl. 7 Juni 2012 menyebut air limbah tidak bisa jadi air minum. Paparan GM G-Resources ternyata mengutip isi dokumen Amdal Bab-V halaman V.15 – V.16 point 5.1.2.1 menyebut bahwa “air sungai Bt Toru tidak digunakan sebagai sumber air minum”.

Kemudian dalam dokumen Amdal dituliskan bahwa desa-desa yang terkena dampak hanya beberapa desa di sekitar Kec. Bt Toru seperti Wek-1, Wek-2, Wek-3, Wek-4, Perkebunan Bt Toru, Telo, Napa, Aek Pining, Aek Pahu, Sumuran dan Batuhula, yang diistilahkan dengan nama desa lingkar tambang. Sementara desa-desa di hilir sampai ke muara sungai Bt Toru seperti Hutaraja, Muara Hutaraja, Bongal, Ampolu, Bandar Hapinis, Tarapung Raya, Trans Rianiate sebagai masyarakat terkena dampak pembuangan limbah tambang mas sebagaimana diatur dalam Peraturan Ka Bapedal No. 08 Tahun 2000, sama sekali tidak ada disebut dalam dokumen Amdal G-Resources.

Tekad masyarakat nampaknya sudah bulat, “Apapun rekayasa teori ilmiah yang mau dicekokkan ke benak kami rakyat terkena dampak limbah tambang, tetap kami tolak. Berdarah-darah pun jadi, ramai-ramai masuk penjara pun tak masalah, apapun ceritanya limbah tambang mas tidak boleh dibuang ke sungai Bt Toru. Alasannya sederhana saja, sudah beberapa keturunan masyarakat 8 desa di Muara Bt Toru menggunakan air sungai sebagai sumber kehidupan, mulai air minum, pertanian, perikanan sampai MCK penduduk di sepanjang tepi sungai Bt Toru. Mulai dari Muara Hutaraja, Bongal, Ampolu, Sawangan, Partupangan, Aek Rambe, Rantopanjang sampai ke tepi laut di Batumundom, memanfa`atkan air sungai Bt Toru sebagai sumber mata pencaharian”, ketus sejumlah Kepala Desa serta tokoh-tokoh masyarakat seperti Ramli Pardede, Ismael Siregar, Fauzi Pulungan, Mantaruddin Nasution, Agus Salim Martua, Abdul Halim Lubis, Abu Akhir Siregar, Sulaiman Siregar, Kaharuddin Nainggolan, Sawaludin Siregar, Sahnan Pulungan yang didampingi aktifis lsm, Sumurung Sinaga di depan kerumuman masyarakat di Muara Hutaraja sa`at dikonfirmasi pers.

Baca Juga :  (IOF) Indonesia Off Road Federation Komcab Tapsel/P.Sidimpuan, Jelajah Alam Sambil Ber’Amal

Tuntutan masyarakat terus berlanjut, tgl. 13 Juni 2012 Forum Pelestarian Sungai Bt Toru kirim surat laporan ke DPRD Tapsel. Institusi legislatif DPRD Tapsel yang mungkin takut ketinggalan situasi buru-buru buat surat No. 170/578/tgl. 15 Juni 2012 menyatakan DPRD siap terima aspirasi masyarakat pada hari Sabtu tgl. 16 Juni 2012. Pada jadwal tsb sejumlah anggota DPRD Tapsel bertempat di balairung Desa Muara Hutaraja, Ketua Forum Pelestarian Sungai Bt Toru, Ramli Pardede menyerahkan pernyataan sikap masyarakat yang isinya antara lain menyatakan Amdal G-Resources cacat-hukum karena terbukti manipulatif dan harus dibatalkan, kepada Wakil Ketua DPRD Tapsel, Tongku Maqbul Siregar. Serta menuntut agar pengoperasian G-Resources harus ditunda. (ARM-Hutasuhut )

graphic11 Akibat Amdal Manipulatif Cacat Hukum : Masyarakat Muara Batang Toru Tolak Limbah Tambang Mas G Resources
Mobil Security G-Resources dibakar mass di Sipisang Batang Toru.
graphic21 Akibat Amdal Manipulatif Cacat Hukum : Masyarakat Muara Batang Toru Tolak Limbah Tambang Mas G Resources
Tumpukan pipa saluran limbang tambang G-Resources di Bandar Hapinis musnah dibakar massa.
graphic31 Akibat Amdal Manipulatif Cacat Hukum : Masyarakat Muara Batang Toru Tolak Limbah Tambang Mas G Resources
Kades Muara Hutaraja merangkap Ketua Forum Pelestarian Sungai Bt Toru, Ramli Pardede menyampaikan tuntutan masyarakat ke tim DPRD Tapsel
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. perusahaan – perusahaan di Tapsel yang didemo masyarakat datanglah ke PT.TPL belajar cara – cara menghadapi masyarakat dan lsm di tapsel yang pikirannnya duit melulu dari perusahaan. kami akan berikan training singkat untuk meredam itu semua. salam PT.TPL

  2. Untuk G-Resources dan para pengambil keputusan di Tapsel,…jangan lagi mempermainkan rakyat, jangan bohongi rakyat karena saat ini mereka tidak sendiri dalam perjuangan ini;

  3. Ini baru salah satu dampak amdal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Baiknya ada satu jaminan bahwa sungai batangtoru terjamin dengan keasliannya dengan kehadiran tambang emas yang kemungkinan akan membuat masyarakat hanya gigit jari melihat hasil alamnya diambil untuk kepentingan perusahaan. Camat, semua kepala desa harus mementingkan kepentingan kelangsungan anak cuci dan keturunan masa yang akan datang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*