Akibat Cuaca Buruk; Ratusan Nelayan Pantai Barat Madina Tidak Melaut

Akibat cuaca tidak menentu dalam sepekan terakhir mengakibatkan ratusan nelayan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal tidak melaut. Hal ini menyebabkan harga ikan melonjak, Selasa (25/1).

Seorang Pedagang ikan, Adek (28) warga Kelurahan Sipolu-polu Panyabungan di Pasar Baru Panyabungan menuturkan, akibat cuaca buruk harga ikan naik. Misalnya ikan gembung biasanya Rp28 ribu naik menjadi Rp35 ribu, tongkol dari Rp20 ribu menjadi Rp 28 ribu, gembung dencis biasanya Rp 25 ribu, sekarang Rp30 ribu, ikan sare dari Rp 22 ribu naik Rp28 ribu, kakapdari Rp35 ribu naik menjadi Rp 40 ribu.

Seorang nelayan Iwan (45) menuturkan, dalam sepekan terakhir mereka takut melaut karena cuaca buruk. ” Kalaupun terpaksa melaut, hanya untuk menutupi kebutuhan rumahtangga dengan hasil tangkapan seadanya,” katanya.

Nelayan lain yang tak melaut, menghabiskan waktunya memperbaiki alat tangkap seperti jaring, perahu, dan perlengkapan melaut lainya. Bagi nelayan yang memiliki lahan pertanian, mereka memanfaatkan waktunya untuk mengolah lahan tersebut.

“Untuk menutupi kebutuhan rumah tangga kami kerja di ladang,” ujar Sobaruddin nelayan dari Panggauten Natal.

Parman (32) salah seorang pedagang ikan laut di Pasar baru Panyabungan mengaku, harga ikan laut beberapa hari ini melambung akibat pasokan ikan laut saat ini turun drastis.

“Kenaikan harga ikan karena nelayan enggan melaut akibat ombak besar. Akibatnya, pengusaha ikan sesukanya menentukan harga, karena stok ikan terbatas. Sementara permintaan meningkat,” ujarnya.

Baca Juga :  Terminal Bataunadua Sidimpuan Tak Difungsikan

Patimah (45) seorang ibu rumahtangga yang dijumpai di Pasar Baru Panyabungan mengatakan, mereka terpaksa membeli ikan demi untuk menutupi kebutuhan gizi keluarganya, apalagi di rumahnya sudah biasa mengkonsumsi ikan laut setiap hari. Walaupun harga ikan tinggi dia tetap membelinya, tapi tidak seperti biasa saat harga ikan normal. (man) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*