Akibat Polres Tapanuli Selatan Tidak Lakukan Autopsi Mayat – Pihak Keluarga Harapkan Perlindungan Huukum Kepada Kapolri

Padangsidimpuan, Ali Hasan Laoli selaku ayah kandung (alm) Muhammad Haji Laoli yakni mayat yang ditemukan di Kelurahan Simarpinggan Kec. Angkola Selatan Kab. Tapanuli Selatan pada hari Rabu tanggal 12 September 2012 beberapa waktu lalu meminta perlindungan hukum kepada Kapolri agar proses pemeriksaan atas meninggal anaknya yang ditemukan telah tewas didalam gubuk dalam keadaan tergantung dapat dilakukan pemeriksaan autopsy guna diketahui penyebab kematiannya, hal ini karena kematian anaknya menurutnya dididuga tidak wajar sehingga dengan adanya autopsy oleh penyidik penyebab kematian anaknya menjadi lebih terang dan pasti tidak menduga-duga. Dan selama ini sejak ditemukannya mayat anaknya pihak penyidik hanya melakukan pemeriksaan Visum Luar atas mayat dalam melakukan penyelidikan sebagaimana tertuang dalam laporan Polisi No. Pol : LP/84/IX/2012/SU/TAPSEL/TPS, tanggal 12 September 2012, padahal saat ditemukan sebahagian tubuh mayat ada yang membiru atau lebam dan mengeluarkan dara dari mulutnya serta lidah anakanya tidak terjulur sebagaimana layaknya orang yang bunuh diri.

“Benar, saya sebagai orang yang kurang mampu memohon perlindungan hukum melalui kuasa hukum saya kepada Bapak Kapolri dengan tujuan agar terhadap mayat anak saya segera dilakukan pemeriksaan autopsy dan permintaan ini sudah pernah kami mohonkan kepada Polres Tapsel namun menurut pihak Polres Tapsel biaya untuk autopsy mayat anak saya harus ditanggung oleh saya yang nilainya sekitar Rp. 20 an juta, dan karena saya orang yang kurang mampu saya bisa Rp. 2 juta dan hingga sekarang mayat anak saya tidak ada dilakukan aotopsi padahal saya menduga kematian anak saya sangat tidak wajar jika ia benar mati bunuh diri sebab saat ditemukan tubuhnya terdapat luka lebam dan juga mengeluarkan darah dari mulutnya serta lidahnya tidak terjulur. Oleh karenanyalah saya memohon untuk memastikan penyebab kematian anak saya itu saya minta dilakukan autopsy bukan hanya visum yang sudah dilakukan Polres Tapsel.” Demikian hal ini diterangkan Ali Hasan Laoli didampingi kuasa hukumnya Marwan Rangkuti di kantornya Jl. Perintis Kemerdekaan No. 16-B Padangsidimpuan, Selasa (29/1) pada wartawan.

Baca Juga :  Korupsi, Anggota DPRD Padang Sidempuan ke Meja Hijau

Selanjutnya Ali Hasan juga menerangkan sebenarnya saya sebelumnya sangat percaya dengan proses penyelidikan yang dilakukan Polres tapsel namun setelah melihat mayat anaknya hanya diperiksa melalui visum bukannya autopsy hal ini menjadi kecurigaan saya, karena setahu saya meskipun saya seorang petani jika ada seseorang mayat ditemukan tentunya penyidik melakukan aotpsy terhadap mayat tersebut bukannya visum, sehingga saya sebagai orang yang butuh keadilan sangat mengharapkan kepastian tas meninggalnya anak saya yang tadinya masih duduk di SMP tersebut.

”Mohonlah kepada bapak Kapolres, Kapolda Sumut dan Bapak Kapolri agar atas mayat anak saya segera dilakukan autopsy agar saya selaku ayah mengetahui pasti apa poenyebab kematiannya dan saya menjadi lebih tenang dan pasti untuk menerima keadaan ini. Dan saya sebagai petani juga melalui media ini menyatakan bersedia membatu biaya autopsy sebesar Rp. 2 juta meskipun biaya itu juga saya rasakan amat berat, namun demi anak saya saya ikhlaskan.” pinta Ali Hasan seraya mengeluarkan air matanya. (MRkt)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*