Akibat Rambin Ambruk, Petani Enggan Ke Sawah

BATANGTORU – Nurma Simbolon (54), warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sudah kesulitan menuai padi di sawahnya, padinya sudah menguning, namun dia enggan pergi ke sawah dan ladangnya, akibat rambin (jembatan gantung) yang akan dilaluinya sudah ambruk.

”Kami merasa cemas melewati alur sungai ini, apalagi saat musim hujan, kami takut tak dapat menyeberang sungai bila air meluap,” ujar Nurma, tadi malam.

Warga kelima desa juga demikian. Hasil pertanian seperti pisang, karet dan hasil bumi lainnya sulit diangkut melalui aliran sungai. Yang pahitnya dirasakan warga, bila getah karet diapungkan melalui sungai, air akan bercampur dengan getah dan harganya menjadi lebih murah.

Kelima desa itu, yakni Desa Aek Ngadol, Garoga, Hutagodang, Mombang Boru dan Desa Batu Horing, sangat mengharapkan perbaikan rambin yang sudah ambruk itu.

Sebelum ambruknya rambin, warga sudah melaporkan keadaan rambin yang sudah mengalami kelapukan, baik pada papan dan penahan kayu, terhadap Camat Batangtoru Hasanuddin Harahap baru-baru ini, sebelum rambin ambruk, namun tak kunjung diperbaiki hingga saat ini.

Ambruknya papan jembatan rambin, warga menduga ‘pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) bagian Bina Marga Kabupaten Tapanuli selatan tidak maksimal juga seolah tutup mata. Kabid Binamarga Dinas PU Tapsel Arpan Siregar ketika ditemui tidak berada di kantornya di Jalan Jend Sudirman Kota Padangsidimpuan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Objek Wisata Madina Masih Telantar

2 Komentar

  1. Klo bisa buat formasi baru..? Atau kayunya di ganti dengan besi yg bentuk plat..supaya lebih tahan..? Baut di kencangi dengan 2 lapi .maksud nya..?1 dibawah baut.trus ditengah plat besi.dan di atas nya baut lagi supaya lebih tahan..?

  2. Biasanya kalau sudah dilaporkan tapi tidak ada tanggapan, maka upaya lainnya adalah terus menananyakan ke pihak terkait baik melalui langsung, surat menyurat ataupun melalui media yang ada. Mudah-mudahan saja nanti tidak saling lempar tanggung jawab lagi antara Pemda setempat dengan departement PU…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*