AKLI Cab. Tapsel Minta PLN Cab. Padangsidimpuan Tidak Diskriminasi

www.metrosiantar.com

SIDIMPUAN-METRO; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) meminta kepada PT PLN cabang Padangsidimpuan, agar tidak diskrimintif dengan membedakan antara asosiasi yang satu dengan yang lain.

Demikian disampaikan Ketua DPC AKLI Tapsel, H Rahmat Nasution SSos, didampingi pengurus lainnya, Rabu (24/3), di kantor PLN Psp.

“Masa kita yang jelas surat-suratnya baik itu dari lembaga pengawas atau konsuil yang memeriksa serta sertifikasi barang atau material untuk pemasangan baru sudah 5 bulan tidak juga dipasang, sedangkan dari Aklindo yang mengusul baru beberapa hari saja dan tanpa ada sertifikasi dari konsuil bisa pasang, ada apa ini kenapa bisa begini, kenapa aturannya tidak dijalankan,” tanya Rahmat.

Di samping itu, lanjutnya, Aklindo masih baru dibentuk sekitar 3 bulan dan anggotanya bekas anggota dari AKLI. Namun, dalam prakteknya dan pelaksanaan kerja di lapangan tetap membawa nama AKLI, sehingga nantinya ketika ada masalah masyarakat hanya tahu AKLI dan hal itu juga sudah merusak nama baik AKLI di tengah-tengah masyarakat.

“Yang parahnya masyarakat kan hanya tahu AKLI, jadi kalau begini terus nama baik AKLI bisa rusak, yang kami pertanyakan sesuai dengan UU nomor 30 tahun 2009 tentang kelistrikan setiap pemasangan baru harus melalui sertifikasi dari konsuil. Sedangkan Aklindo tanpa melalui konsuil, bisa langsung diterima PLN, ada apa ini, parahnya lagi PLN sudah tahu anggota Aklindo itu sudah keluar dari AKLI tapi kenapa tetap diterima dengan menggunakan nama AKLI, anehkan ada apa ini, kita berencana akan mempidanakan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Ketua Konsuil area 5 Psp, Daswir Sihotang, kepada wartawan di kantor cabang PLN Psp mengatakan, sesuai dengan aturan seharusnya instalatur atau asosiasi dalam pemasangan baru harus ada sertifikasi terlebih dahulu dari konsuil, baru bisa dikeluarkan pemasangan oleh PLN. Namun, sejauh ini Aklindo sama sekali selama 3 bulan sejak berdiri tidak pernah saat melakukan pemasangan baru disertifikasi oleh konsuil.

“Tidak pernah makanya saya terkejut kenapa bisa dipasang sedangkan kita tidak pernah sertifikasi, kita akan laporkan ini ke wilayah untuk di tindaklanjuti agar bisa dilakukan tindakan dan menyurati PLN untuk mencabut pemasangan itu,” ujarnya.

Sementara itu Asisten Manager Niaga dan Pelayanan PLN Psp, Ambarwadi Sulistiono, membenarkan jika tidak ada sertifikasi dari konsuil maka PLN tidak bisa melakukan pemasangan baru. “Kalau tidak ada sertifikasi dari konsuil tidak bisa dilakukan pemasangan,” katanya.

Sedangkan Manajer Rayon Kota Psp, Munar, menyebutkan, dalam pemasangannya bisa berjalan beriringan atau surat-surat dan kelengkapan pada saat pemasangan seperti yang selama ini sudah berjalan. “Bisa beriringan dalam prosesnya, selama ini kan sudah begitu sama instalatur,” ungkapnya.

Sementara itu perwakilan dari CV Perintis dari Aklindo, Ilham yang juga hadir pada saat itu, mengakui kalau pihaknya masih menggunakan nama AKLI dalam melakukan pemasangan baru dan juga pemasangan baru tanpa sertifikasi. “Memang kita masih pakai nama AKLI dan kita juga tidak sertifikasi ke konsuil,” katanya.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Lingkar Sipirok Rusak Rumah Warga

Menyikapi hal tersebut dengan tidak ada titik terang dalam pertemuan tersebut, Ketua AKLI Tapsel, H Rahmat Nasution dan pengurus lainnya berencana akan mempidanakan hal tersebut. “Dalam waktu dekat kita akan mempidanakan semuanya yang terlibat karena tidak mematuhi perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*