Akses Jalan Kecamatan Di Madina Buruk

MADINA – Akses jalan menuju sejumlah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal terlihat buruk. Selain sulit dilalui karena banyaknya lubang besar di badan jalan, juga karena tidak ada perawatan memadai sehingga ilalang di kiri kanan bahu jalan menutupi setengah badan jalan.

Kondisi jalur transportasi ini tidak saja memperlambat sirkulasi pemasaran hasil bumi masyarakat di kecamatan. Tapi kini berkembang ke arah ancaman keselamatan jiwa pengendara akibat badan jalan menyempit.

Pantauan di lapangan, kondisi jalan seperti itu (buruk) banyak terlihat di Kecamatan Panyabungan misalnya, jalan jurusan Desa Sopo Batu, Aek Mata dan Aek Banir.

Di Kecamatan Panyabungan Utara meliputi jalan jurusan  Desa Adian Jior – Hutabargot, Gunung Barani, Gunung Manaon, Rumbio, Soposorik, Kampung Baru, Kelurahan Mompang, dan Tanjung Mompang.

Kecamatan Naga Juang meliputi jalan menuju Desa Humbang I dan II, Tarutung Panjang. Kecamatan Panyabungan Timur meliputi jalan menuju Desa Gunung Baringin, Pagur, Sirangkap, Hutatua, dan Banjar Lancat.

Kecamatan Panyabungan Barat meliputi jalan menuju Desa Tarutung, Barbaran, Longat, Hutatonga, dan Runding. Kecamatan Puncak Sorik Marapi meliputi jalan meunju Desa Maga Dolok, Maga Lombang, Hutabaringin, Hutabaringin Julu, Sibanggor dan Hutanamale.

Kecamatan Tambangan melipuji jalan menuju Desa Aek Marian, Muaramais, Pastap Jae, Pastap Julu, Angin Barat, Tambangan, Tambangan Pasoman, dan desa lainnya. Kecamatan Muarasipongi meliputi jalan menuju Desa Sibinail, Ranjobatu.

Baca Juga :  Ada Apa Dengan Kehutanan Pemkab dan DPRD Palas dan Paluta? Walau Alam Marah Satwa Mengamuk dan Manusia Berteriak, PT. Sumater Sylva Lestari dan PT. Sumatera Riang Lestari Dibiarkan Bertahan di Bumi Padanglawas

Kecamatan Batang Natal meliputi jalan menuju Desa Hadangkahan, Salebaru, Aek Guo, Aek Manggis. KecamatanNaga Juang meliputi jalan menuju Desa Simau, Banjar Paku, jurusan jalan simpang Balimbing-Banjar Paku.

Akses jalan yang tergolong parah sejak Madina sebelum dan sesudah dimekarkan banyak dijumpai di kawasan Kecamatan Batahan, Sinunukan, Natal, dan Kecamatan Muara Batang Gadis. Di kawasan itu hingga kini masih banyak desa yang terisolir akibat jalur transportasi yang hampir lumpuh.

Karena itu ke depan diharapkan, program pembangunan fisik dari dana APBD, APBN, BDB dan sumber dana lainnya haru lebih terarah dan mengacu pada kepentingan untuk memulihkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan demikian, kendala transportasi bisa diatasi karena jalan merupakan salah satu kunci utama supaya pergerakan ekonomi dari sektor pedesaan bisa terpacu maksimal. Untuk itu pihak eksekutif maupun legislatif jangan hanya mensahkan program pembangunanAPBD yang sarat “pesanan”.

Semua pihak harus sadar, bukti salah satu daerah dikatakan maju bukan karena bisa menata kawasan ibu kota dengan megah. Tapi dilihat dari faktor dan banyaknya manfaat pembangunan bagi masyarakat di pedesaan.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*