Aksi Warga Hotagodang Muda se JABODETABEK – Menolak Operasi PT. SMM di Lanjutkan

Press Release *)

Masyarakat Madina Menolak Keberadaan PT. SMM (waspada)

Aksi 1300 warga Huta Godang Muda Mandailing Natal yang didominasi oleh perempuan pada 29 Mei 2011 lalu, untuk menyampaikan aspirasinya menuntut hak dan menolak PT. Sorik Mas Mining (SMM) disikapi dengan represif hingga terjadi penembakan yang menimpa seorang perempuan, Sholat Batubara, 19 tahun. Pasca penembakan, terjadi kebakaran di camp PT. SMM yang bisa saja terjadi akibat provokasi yang dilakukan oleh kelompok lain yang memanfaatkan situasi. Banyaknya kaum perempuan yang menjadi peserta aksi, menunjukkan bahwa aksi itu ditujukan tidak semata-mata untuk anarkis. Warga Huta Godang Muda, menyadari betul bahwa jika PT. SMM beroperasi akan lebih banyak kerugian yang didapat.

Dalam upaya menyelamatkan sumber penghidupan berupa sungai Aek Garut, menjaga kerukunan antar warga, budaya masyarakat lokal dan mata pencaharian maka 1300-an orang terpanggil untuk menyampaikan suaranya dalam mempertahankan hak yang telah diwariskan sejak dulu dan akan tetap seperti itu selamanya. Aksi itu bukanlah kali pertama dilakukan untuk menolak PT. SMM. Sejak 2006, suara warga tak pernah didengar atau mencuri perhatian sedikit pun oleh semua lembaga negara di pusat maupun daerah, biarpun aksi dengan jumlah lebih besar dan dilakukan di kantor Bupati maupun DPRD Mandailing Natal. Faktanya perusahaan tetap melenggang merusak daerah tangkapan air yang berakibat turunnya debit air sungai Aek Garut.

Baca Juga :  Kadis Padangsidimpuan Keliru, Insentif Guru Tak Cair

Kami, Ikatan Keluarga Huta Godang Muda se-Jabodetabek yang masih bagian dari keluarga di desa Huta Godang Muda bersama dengan kelompok masyarakat sipil yang peduli terhadap lingkungan dan HAM, menyatakan:

Mendukung penolakan warga Huta Godang Muda terhadap rencana operasi tambang PT. SMM Kawasan tempat akan beroperasinya PT. SMM adalah kawasan tangkapan air untuk keberlangsungan sungai Aek Garut yang menjadi sumber kehidupan bagi ribuan orang tidak hanya bagi warga Huta Godang Muda tapi bagi desa lainnya tempat mengalirnya sungai, oleh karena kami menuntut agar izin perusahaan di cabut.

Kami menuntut agar pemerintah khususnya perusahaan tidak menggunakan alat kekuasaan dengan kekerasan untuk mengintimidasi yang menolak tambang, baik secara fisik maupun psikis. Kami tidak ingin tanah dan sumber kehidupan lainnya yang telah diwarisi sejak dulu, namun kedepan hanya racun dan kehancuran yang menjadi warisan anak cucu kami, kami menolak perubahan akibat tambang yang lebih banyak merugikan.

Kami secara tegas menolak keberadaan PT. SMM di desa Huta Godang Muda. Biarkan tanah di sana tetap sebagaimana adanya sebagai kawasan peternakan, pertanian, perkebunan warga serta industri lainnya yang ramah lingkungan dan lebih banyak memberi manfaat.

*) Ikatan Keluarga Huta Godang Muda, JATAM, YLBHI, OKR, Bitra dan Kontras
Kontak : Amruddin Pulungan (085214940459), Hendrik Siregar (085269135520), Syamsul Munir (081380855841), M. Nuh (085270304593) dan Sinung Karta (08561914400)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  DPP IMA MADINA : Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bupati Madina H.M Hidayat Batubara

2 Komentar

  1. lanjutkan perjuanganmu kisanak HOTAGODANG MUDA.,usir PT MM dri tanah kelahiranmu..,karna kta akan lebih nyaman bila tidak ada pertambangan…horas X3..

  2. Kami Senang Warga bersatu untuk, melawan penindasan dari Perusahaan Tambang

    Kami berharap semogga Semangat Masyarakat Hotagodang Muda, di manapun mereka berada tetap bersatu untuk mengusir para Investor Pertambangan
    agar kelak Anak Cucu kita bisa menikmati alam kita. Horas x3

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*