Akta Nikah Dibandrol Rp500 Ribu

TAPUT- Masyarakat Tapanuli Utara menolak kebijakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Taput, yang mengutip biaya pengurusan akta nikah sebesar  Rp500 ribu. Kebijakan ini dinilai terlalu berlebihan sehingga merugikan masyarakat kecil. Besarnya biaya tersebut dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan Peraturan Daerah (Perda) Taput No 12 Tahun 2010 tentang retribusi daerah.  Di dalam perda itu  tertulis biaya untuk kepengurusan akte perkawinan hanya sebesar Rp100 ribu bagi warga Negara Indonesia. Dan itupun jika waktu permohonan perkawinan yang lebih dari 60 hari. “Kami sangat menyesalkan pungutan pengurusan akta nikah sebesar Rp500 ribu. Kenapa hanya untuk mengurus akta perkawainan bisa sampai segitu mahalnya,” kata Marga Manalu warga  Kecamatan Parmonangan Kabupaten Taput, Kamis (19/4 di Tarutung.

Diucapkannya, Maret lalu, keluarganya menyampaikan permohonan kepada Disdukcapil untuk mengurus akta perkawinan. Salah seorang staf yang menerima permohonan langsung meminta uang Rp500 ribu untuk biaya pengurusan. “Saat itu  keluarga saya mau menyerahkan permohonan. Seorang staf di Disdukcapil langsung meminta biaya untuk pengurusannya sebesar Rp500 ribu. Uang itu terpaksa dia berikan. Karena akta nikah itu sangat ia perlukan,” bebernya.
Namun, kata Manalu, ketika ia menanyakan hal itu ke Kadisdukcatpil Taput, Marconis Siregar, Kamis (19/4) di kantornya, Marconis sempat membantah adanya pungutan liar di instansinya tersebut.

Komentar yang sama dikatakan Kadisduk Catpil Marconis Siregar saat dikonfirmasi METRO melalui sambungan selulernya perihal kutipan itu. Dengan nada tinggi, dia membantah kalau stafnya telah melakukan pengutipan uang sebesar Rp500 ribu untuk biaya kepengurusan akta nikah. “Tidak benar itu. Jangan paksa saya untuk mengatakan ada staf saya yang seperti itu. Mereka itu (stafnya) tidak tahu menahu itu,” ketus Marconis dengan nada tinggi sembari mematikan telepon selulernya. (cr-02)

Baca Juga :  Siswi SMP Diperkosa, Dipecat Karena Hamil

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*