Aktivis Kemerdekaan Papua Mulai Disidangkan

Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat Buchtar Tabuni. TEMPO/Jerry Omona

TEMPO.CO, Jayapura – Aktivis kemerdekaan Papua yang juga Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat, Buchtar Tabuni, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Klas IA Kota Jayapura, Rabu 18 Juli 2012. Buchtar dituduh terlibat dalam kasus perusakan Lembaga Pemasyarakatan Abepura pada 3 Desember 2010.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Haris Munandar itu berlangsung tertib tanpa aksi unjuk rasa komite nasional. “Kasus ini aneh. Apa yang dilakukan Buchtar sebenarnya sudah terjadi pada 2010. Kenapa tidak waktu itu saja dia dihukum. Ini hanya pengalihan isu dari apa yang dilakukan KNPB selama ini,” kata Gustaf Kawer, penasehat hukum terdakwa, Rabu.

Buchtar tiba di Pengadilan Negeri dengan kawalan ketat polisi. Dengan wajah tertunduk, pria kelahiran 10 Oktober 1979 itu memasuki ruang sidang. Dia berpakaian ala tentara loreng. Beberapa anggota KNPB hadir membawa selebaran dan dibagikan pada pengunjung.

Sidang dimulai pada pukul 10.00 WIT dan berlangsung sekitar satu jam. “Sidang akan dilanjutkan Senin mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi,” kata Munandar, hakim ketua.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, Buchtar disebut bersama-sama dengan Dominggus Pulalo pada Jumat 3 Desember 2010, sekitar pukul 17.30 wit, ikut dalam perusakan penjara Abepura. Buchtar mengambil batu dan melemparkannya ke aula dan kantor lembaga hingga mengenai kaca dan pecah. Akibat perbuatannya itu, Buchtar dijerat pasal berlapis 170 KUHPidana mengenai tindakan kekerasan terhadap orang atau barang yang dilakukan secara bersama-sama serta pasal 406 ayat 1 jo pasal 55 KUHPidana tentang penghasutan.

Baca Juga :  Rupiah Sentuh Rp9.003/USD

Buchtar sebelumnya ditangkap Kepolisian Daerah Papua di Abepura, Jayapura, Kamis, 7 Juni 2012. Tokoh Komite Nasional itu diringkus setelah maraknya aktivitas KNPB menuntut referendum untuk menentukan nasib Papua.

Dalam demonstrasi 4 Juni 2012, massa KNPB merusak sejumlah fasilitas umum dan kendaraan roda empat di Perumnas III Waena, Abepura, Jayapura. Beberapa anggota KNPB bahkan memanah warga di Sentani, Kabupaten Jayapura, hingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

Aktivis prokemerdekaan Papua ini pernah dipenjara tiga tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jayapura karena terbukti memprovokasi pengunjuk rasa melawan pemerintah pada 16 Oktober 2008 di Kota Jayapura. Dalam aksi ketika itu, ribuan warga Papua menuntut kemerdekaan dengan membawa gambar-gambar bermotif Bintang Kejora.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*