Aktivitas Gunung Sinabung Mengancam

(Analisa/didik sastra) Tertarik: Kawah Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Senin (9/6) terus mengeluarkan asap dan masih berpotensi erupsi namun saat hari cerah pemandangan alam sinabung menjadi daya tarik wisatawan dan warga untuk dilihat.

Karo, Aktivitas kegempaan (alterasi)  Gunung Sinabung, Kabupaten Karo begitu kuat   memperlemah  kestabilan lereng bagian utara. Di musim penghujan, potensi longsor dan banjir bandang mengancam daerah lembah sekitar Sinabung.

Aliran lava dan awan panas cendrung mengarah ke selatan, tenggara sejauh 5 Km. Erupsi bersifat eksplosif masih berpotensi terjadi, namun ancamannya terbatas pada radius kurang dari 3 Km. Untuk  aktivitas lubang fomarula baru di lereng utara (Lau Kawar) sampai saat ini tidak menunjukan perkembangan.

“Banjir lahar masih terjadi,  bila curah hujan tinggi dengan jalur lahar mengarah ke lembah-lembah, sungai yang berhulu Gunung Sinabung,”  kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Pvmbg)Ir M Hendrasto melalui Armen Putra kepada Analisa, Senin (9/6) saat ditemui di kantornya Gang Kayu Bakar Desa Ndokom Siroga, Kecamatan Simpang Empat.

Terpantau, guguran lava dari tengah lidah sisi barat sejauh 1000-1500 meter ke arah selatan, guguran vijar lava sisi timur sejauh 700 meter arah tenggara, dan  2 kali terjadi gempa lama gempa 40,-95 detik.

Hasil pantuan visual dan instrumetal, menunjukan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih tinggi. Sebab itu, PVMBG belum menurunkan status Sinabung yang saat ini status siaga (Level III), kata Armen.

Baca Juga :  Hampir Seluruh Jalan di Batubara Rusak

Masyarakat tinggal di  radius 3 Km dari kawah Gunung Sinabung berpotensi terkena guguran lava, dan luncuran awan panas diperkirakan di 4 desa dan 1 dusun yakni, Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kutatonggal, Kecamatan Naman, Berastepu, Gamber dan Dusun Sibintu, Kecamatan Simpang Empat.

Sehubung curah hujan masih tinggi, masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai berhulu Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Terkait ancaman Sinabung masih berpotensi, pihak pemerintah daerah diminta menyiapkan sarana komunikasi  pada seluruh perangkat kerja, sosialisasi daerah berbahaya harus terus dilakukan, begitu juga menambah atau memperbaiki jalur evakuasi sebagai antisipasi bahaya erupsi tiba-tiba segera dilakukan, ujarnya. (dik)/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*