Aktivitas Penerbangan di Pinangsori Masih Terhenti

Pinangsori. Kabut asap tebal yang hingga kini masih menyelimuti wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sekitarnya. Kondisi ini mengganggu berbagai aktivitas, terutama aktivitas penerbangan di Bandara Dr FL Tobing Pinangsori.
Akibat kabut asap kiriman dari Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan itu, sudah hampir sepekan, sejak Selasa (6/10) hingga Sabtu (10/10), aktivitas penerbangan di bandara itu terhenti, disebabkan jarak pandang yang sangat terbatas.

Sementara hari ini, Minggu (11/10), maskapai Garuda Indonesia sudah memastikan diri untuk membatalkan seluruh jadwal penerbangannya, sedangkan pihak Wings Air, karena jadwal penerbangannya pada siang hari pukul 14.30 WIB, hingga saat ini masih menunggu perkembangan terakhir kondisi jarak pandang.

Kepala Bandara Dr FL Tobing Pinangsori, Ambar Suryoko saat dikonfirmasi MedanBisnis melalui Kepala Tata Usahanya, Binnerson Silitonga, Minggu (11/10) membenarkan aktivitas bandara Pinangsori terhenti.

“Sudah hampir seminggu, sejak Selasa lalu hingga Sabtu kemarin seluruh aktivitas penerbangan, baik Garuda maupun Wings Air di Bandara Pinangsori terhenti sama sekali akibat jarak pandang disekitar bandara yang hanya berkisar 600 sampai 800 meter saja,” katanya.

Dikatakan, info terakhir jarak pandang berkisar 2 kilometer, Garuda Indonesia sudah memastikan untuk membatalkan seluruh jadwal penerbangannya di Bandara Pinangsori karena jarak pandang dinilai masih belum memungkinkan.

“Sedangkan Wings Air, dari konfirmasi terakhir kami, hari ini sudah mendarat dan sudah kembali terbang menuju Bandara Kualanamu.
Dengan kata lain, Wings Air hari ini sudah beraktivitas secara normal,” katanya.

Baca Juga :  Carut Marut Pendidikan Di P.Siantar, Komisi E DPRD Sumut “Pasrah”

Walau hampir sepekan tidak ada aktivitas sama sekali akibat kondisi kabut asap yang mengganggu jarak pandan tersebut, namun pihak Bandara Pinangsori sampai saat ini masih menetapkan kebijakan Temporary Close.

“Sampai saat ini kita masih mengambil kebijakan Temporary Close untuk bandara. Artinya, aktivitas dibandara bias dibuka dan ditutup sesuai kondisi cuaca dan kabut asap. Jika cuaca mendukung dan kabut asap tidak terlalu mengganggu jarak pandang, maka aktivitas penerbangan kita persilahkan,” katanya.


MEDANBISNI-(putra hutagalung)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*