Aktivitas Sinabung Meningkat – Warga 10 Desa Dievakuasi

Danrem 023/KS, Kolonel Fachri melakukan koordinasi dengan Bupati Karo, Terkelin Brahmana, Camat, Polsek se jajaran Karo, terkait evakuasi pengungsi Sinabung dan penempatan titik posko. – (Analisa/didik sastra)

Karo, Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mengalami peningkatan sejak 9 Juni, ditandai terbentuknya kubah lava di puncak mencapai 3,3 juta meter kubik. Hal ini memaksa 10 desa, dan satu dusun dievakuasi ke tempat aman, Selasa (16/6).

Pennduduk desa yang dievakuasi sesuai rekomendasi PVMBG, yakni Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung sebanyak 315 kepala keluarga (KK), Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat sebanyak 297 KK, Desa Pintu Besi 175 KK, Berastepu 135 KK, Jeraya 175 KK, Kuta Tengah 171 KK, Singgarang-garang 119 KK, Mardinding 265 KK, Kuta Rayat 666 KK, Desa Kuta Gugung dan Dusun Lau Kawar 296 KK. Jumlah pengungsi sinabung saat ini 10.678 jiwa.

Titik posko pengungsian tersedia di 10 titik, yakni gedung KNPI Jalan Pahlawan, Paroki Jalan Irian, pendopo rumah dinas bupati, gedung Serbaguna GBKP Simpang Enam, Jambur Tongkoh Kecamatan Barusjahe, Jambur Desa Sempajaya, Jambur Kopri Ari Ersada Kecamatan Brastagi, posko Tanjung Pulo, Tanjung Gading Kecamatan Kutabuluh, Gereja GPDI Kecamatan Simpang Empat.

Demikian diungkap Tim Satgas bencana Sinabung, Danrem 023/KS, Fachri didampingi Bupati Karo, Terkelin Brahmana pada Analisa saat meninjau pengungsi di Posko Kopri Berastagi.

Baca Juga :  Insentif Guru Non PNS di Pemkab Simalungun ‘Raib’ di Dispenda

Satgas Sinabung mengupayakan, pengungsi akan ditempatkan ke lokasi aman, namun tidak jauh dari lokasi desa tempat tinggal masing-masing.

“Pasalnya, 10 desa dan satu dusun lokasinya diyakini dalam keadaan kosong, yang tinggal hanya warga penjaga kebun dan rumah penduduk. Untuk keperluan logistik pengungsi, dapur umum akan dibuka pada masing-masing posko, “kata Danrem.

Penanganan pengungsi akan dilayani dengan baik, mulai kesehatan, makanan dan pendidikan anak. Karenanya, Pemkab Karo menggerakkan SKPD agar maksimal bekerja menangani pengungsi, tambah Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Rekomendasi desa di radius 7 Km diungsikan sekitar gunung, sebab peningkatan aktifitas cukup intens, terlihat pertumbuhan kubah lava di puncak dari 3 juta meter kubik menjadi 3,3 juta meter kubik.

“Mengingat tingginya aktifitas gunung, kita rekomendasikan ke Tim Satgas terdiri TNI,Polri, Pemkab dan warga harus dievakuasi ke tempat aman, kata Windi perwakilan PVMBG.

Jumlah pengungsi dimungkinkan akan terus bertambah, karena aktifitas Sinabung mengalami peningkatan dengan dampak mencapai 7000 meter atau lebih.

Tim Satgas Sinabung selain melakukan koordinasi evakuasi, dan penentuan titik posko juga dilakukan peninjauan ke posko-posko seperti Kopri, Sempa Jaya. Selain itu, meninjau desa-desa guna memastikan penduduk telah terevakuasi.

Di Desa Jeraya, saat itu tim Satgas menemukan pekerja dari Desa Keling Brastagi berada di zona merah. (dik)


Analisa daily

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Masyarakat Nias Calonkan Drs Idealisman Dachi sebagai Calon Gubsu/Wagubsu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*