Aktivitas Tambang Martabe Tidak Pengaruhi Biota Perairan

(Analisa/istimewa) Tim Terpadu Pemantau Kualitas Akhir sedang melakukan penelitian kondisi biologi dan biota perairan Sungai Batang Toru.

Tambang Emas Martabe melaksanakan sosialisasi hasil pemantauan kualitas air sisa proses kepada sekitar 145 orang perwakilan masyarakat dari 15 desa selama dua hari, 3-4 Desember 2014, yang dihadiri oleh anggota Muspika, Lembaga Konsultasi Masyarakat Martabe (LKMM), dan perwakilan pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kegiatan sosialisasi memaparkan semua hasil evaluasi kualitas air sisa proses yang dalam rentang satu tahun (2013-2014) telah dilakukan oleh Tim Terpadu Pemantau Kualitas Akhir. Selain itu dipaparkan pula hasil penelitian kondisi biologi dan biota perairan Sungai Batang Toru, termasuk biota yang dilakukan secara terpisah oleh Pusat Kajian Sumber Daya Alam dan Energi Universitas Sumatera Utara (PKSDA USU).

Prof Dr Ing Ternala Alexander Barus, M.Sc, Ketua Pemantau Biota Sungai Batangtoru dari PKSDA USU mengatakan bahwa dari penelitian biota Sungai Batangtoru yang diteliti dari Oktober 2012 sampai dengan Agustus 2014 jumlah spesies ikan di Sungai Batangtoru tidak ada perubahan, yaitu sebanyak 25 spesies ikan, yang terdiri dari 18 genera dan 10 famili. Spesies ikan yang paling dominan ditemukan yakni, ikan Cencen, ikan Nilem, ikan Batak, dan ikan Lempam.

“Aktivitas pertambangan tidak mempengaruhi keberadaan spesies ikan di Aek Pahu Tombak, Hutamosu, dan di Sungai Batang Toru. Hasil pengukuran terhadap kondisi ikan menunjukkan tidak ada penurunan panjang dan berat ikan selama masa penelitian tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Demo Nurdin Halid Kembali Pecah

Dalam hal penelitian kandungan logam berat dalam tubuh ikan, Ameilia Zuliyanti Siregar, S. Si, M.Sc, pendamping peneliti dari PKSDA USU menyimpulkan bahwa semua konsentrasi kandungan logam berat yang ditemukan pada tubuh ikan yang diteliti masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI no. HK.00.06.1.52.4011.

Sejak 2012, pengambilan sampel jenis-jenis biota Sungai Batang Toru telah dilakukan sebanyak 8 (delapan) kali dan dilakukan setiap bulan Februari, April, Agustus, dan November. Uji kandungan logam pada tubuh ikan ini dilakukan laboratorium PT Intertek Utama Service.

“Hasil penelitian biota perairan di Sungai Batangtoru sudah kami publikasikan melalui Jurnal Warta Konservasi Lahan Basah edisi April 2014. Yang dapat diakses secara online agar semua pihak – pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta – dapat mengetahui hal ini dan turut bergerak bersama menjaga kualitas lingkungan yang melestarikan konservasi biota perairan secara berkelanjutan,” tekan Ameilia.

Direktur Operasional Tambang Emas Martabe Tim Duffy menyatakan: “Sosialisasi hasil pemantauan kualitas sisa air proses menunjukkan bahwa air Sungai Batang Toru aman dan tidak mempengaruhi biota air yang hidup di dalamnya. Banyak biota air yang tetap ditemukan di Sungai Batang Toru dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat.” (Damayanti)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Walikota Sidimpuan Dihadiahi Ayam Jantan

1 Komentar

  1. apa yang diupayakan perusahaan tambang sudah baik dan perlu ditingkatkan termasuk keterbukaannya kepada masyarakat yang mungkin belum/kurang memahaminya.
    Dan akan lebih baik lagi kalau yang ditakutkan oleh masyarakat itu diberitahu/dipublikasikan masyarakat diberitahu ke masyarakat secara terbuka. Contoh Limbah Beracun dari tambang seperti Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau yang biasa disebut Limbah B3.
    Saya yakin kalau limbah seperti B3 ini di publikasikan dan diberitahu secara terbuka dimana dibuang, bagaimana cara pembuangannya dan kemana dikirim, maka akan lebih baik untuk perusahaan secara jangka panjang karena masyarakat juga tidak ada alasan lagi untuk hal-hal yang bisa menghambat roda operasional perusahaan.

    Limbah B3 adalah limbah yang tidak perlu dianggap sesuatu yang harus disembunyikan, karena limbah ini semua orang tau bagaimana dampak, proses dampaknya, dan limbah B3 ini adalah salah satu yang ditakutkan dari suatu pertambangan Emas didunia ini, karena bisa dirasakan ke manusia melalui makanan/konsumsi yang dimakan/diminum seperti dari tanahaman/tumbuhan maupun hewan/biota ikan di darat maupun di laut.

    Jadi upaya perusahaan sangat baik dan perlu ditingkatkan untuk keterbukaan ttg jenis2 limbah bahaya yang ditakutkan oleh masyarakat selama ini khususnya ttg pemahaman Limbah B3 agar tidak terjadi salah pemahaman yang berujung merugikan semua pihak2 yang berkepentingan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*