Aktor intelektual korupsi Di Pemkab Tapsel diperiksa

www.waspada.co.id

(wordpress.com)

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) didesak segera memanggil dan memeriksa aktor intelektual kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) tahun anggaran 2005, sebesar Rp1.590.944.500.

Pasalnya, jika tidak, dikhawatirkan aktor intelektual (dalang) perbuatan tindak pidana yang telah merugiakan uang negara tersebut melarikan diri. Apalagi, penyidik kepolisian telah memiliki bukti awal dengan menetapkan seorang tersangka, Amrin Tambunan mantan pemegang kas sekretariat daerah (Setda) kabupaten Tapsel.

“Harus cepat, sebab yang kita khawatirkan aktor intelektual dugaan korupsi TPAPD tersebut melarikan diri ke luar negeri, sehingga sulit ditangkap,” tegas direktur eksekutif Lembaga Informasi Indonesia (LII), Parlin Sinaga di Medan, tadi malam.

Menurut Sinaga, aktor intelektual dugaan korupsi itu harus segera dipanggil dan diperiksa untuk mengetahui penggunaan uang negara tersebut. Sebab, Amrin telah mengaku kepada penyidik, uang hasil korupsi tersebut diserahkan seluruhnya kepada aktor intelektual.

Sementara itu, kepala Satuan III Tipikor Dit Reskrim Poldasu, AKBP Endri Prastiono, menegaskan, pihaknya akan segera menuntaskan kasus dugaan korupsi TPAPD Tapsel.

Hingga kemarin, kata Prastiono, tim yang diberangkatkan untuk melakukan penyidikan dan mengamankan sejumlah barang bukti di Pemkab Tapsel, belum kembali ke komando. Sedangkan tim yang diberangkatkan ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), telah menyita barang bukti kwitansi asli sebagai bukti pembayaran.

Baca Juga :  Robben Cekik dan Jotos Mueller

“Pasti kita tuntaskan. Tim yang dari Palembang sudah menyita kwatansi asli. Sekarang kita sedang menunggu kepulangan tim yang dari Tapsel,” kata mantan Kapolsekta Percut Sei Tuan ini.

Sebelumnya, Amrin Tambunan mengaku kepada penyidik, korupsi itu dilakukannya tidak seorang diri. Bahkan, uang negara tersebut sepenuhnya diserahkan kepada atasannya (aktor intelektual-red).

Amrin ditangkap di dusun I, Desa Lumpatan, kecamatan Sikayu, kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (15/4) setelah diburon selama lima tahun.

Tersangka melanggar Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*