Al Jazeera – Ada Bekas Jenderal di Balik Gerakan Anti-Ahmadiyah

TEMPO Interaktif, Jakarta -Sejumlah purnawirawan jenderal bintang tiga  disebut berada di balik gerakan anti-Ahmadiyah, serta kekerasan terhadap jemaatnya di Indonesia. Para jenderal diam-diam mendukung organisasi itu karena memiliki tujuan sama yakni menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari kekuasaannya.

“Dia (datang) ngasih support saja,” kata Pimpinan Gerakan Reformasi Islam, Garis, Chep Hernawan seperti dikutip dari laporan investigasi Al Jazeera, Selasa (22/3). “Dia mengatakan jihad tetap harus jalan terus. Kita tidak boleh mundur sampai pembohong itu jatuh.”

Menurut pengakuan Chep,  para purnawirawan jenderal mendekatinya akhir Januari, atau sekitar sebulan sebelum kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik terjadi. Sang Jenderal muak dengan kebohongan pemerintahan Yudhoyono. “Para bintang tiga ini (bertanya) apa yang diangkat untuk menumbangkan Susilo Bambang Yudhoyono. Isunya apa? Kasus Century tidak mampu… Barangkali isu Ahmadiyah.”

Dari pengakuan itu, jurnalis Al Jazeera Step Vassen menyebut, sang Jenderal mendukung gerakan organisasi Islam. Sang Jenderal menganggap Yudhoyono terlalu lemah dan terlalu reformis.

Vaseen mengatakan laporan investigasinya ini merupakan konfirmasi pertama kali adanya dukungan kuat gerakan anti-Ahmadiyah seperti Front Pembela Islam, dan organisasi sejenis. Dalam kesimpulannya, Vessen menyebut permainan politik kekuasaan menggunakan kekerasan agama benar terjadi.

Gerakan anti-Ahmadiyah marak di seluruh daerah Tanah Air tahun ini. Bahkan, di Cikeusik, Bogor, Jawa Barat, kekerasan terjadi terhadap jemaat Ahmadiyah, tiga di antaranya tewas.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jika SNMPTN 2013 Hapus Ujian Tertulis - Manipulasi Nilai Siswa Makin Marak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*