Album ke-20 Sukses Slank Bagi-Bagi Rezeki

Jakarta – Kesuksesan album terbaru Slank, ‘Nggak Ada Matinya’ yang dirilis akhir tahun lalu membuat band rock n’ roll itu melakukan sesuatu yang spesial. Bukan perayaan seperti sebelumnya, tapi berupa sebuah aksi sosial.

Alasannya adalah meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur yang baru-baru saja terjadi. Harus diakui, abu vulkanik yang ‘menyerang’ warga memang mau tak mau menarik hati nurani untuk bergerak membantu.

“Ya, kasarnya kita bagi-bagi rezeki, ada uang lebih dari penjualan album ke-20 (Nggak Ada Matinya),” ujar pendiri sekaligus penggebuk drum Slank, Bimbim, saat pemberian simbolis bantuan di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (28/3/2014).

Profile Slank Album ke 20 Sukses Slank Bagi Bagi Rezeki
Slank Band

Menariknya, di sini, Slank tidak sendiri. Sebuah organisai kemanusian bernama ACT (Aksi Cepat Tanggap) digandeng Kaka Cs. “Memang kita dari dulu sudah ingin melakukan ini. Kita pilih ACT karena kita ingin memberi tahu bahwa ada teman-teman dari ACT yang begitu perduli. Mereka bagian dari teman kita juga dan kita memberikan dukungan,” ujar.

Sebagai bentuk nyatanya, Slank menyumbangkan uang sejumlah Rp 25 juta. Tujuannya, untuk memberikan bantuan secara langsung kepada korban bencana, sekaligus mewujudkan rasa syukur atas apa yang sudah diraih oleh Slank.

CSR Management and Development ACT, Yayat Supriatna, mengungkapan rasa terima kasihnya. Sebagai perwakilan dari ACT, Yayat Supriatna merasa bahwa bantuan kemanusian itu sangat sesuai dengan tema kerja ACT yang mengedepankan semangat kemanusian.

Baca Juga :  Avril Lavigne Cemas Terlalu Lama Meninggalkan Musik

“ACT sekarang sedang mengangkat tema kemanusian. Walaupun kita lagi sering tertimpa bencana, kita terus mengembangkan semangat kemanusian kita,” tutur Yayat.

“Kita akan terus seperti ini, apalagi kalau soal bencana. Kita selalu luangkan waktu memberikan solidaritas untuk teman-teman yang membutuhkan,” pungkas bassis Slank, Ivanka.detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*