Ambon – Kontingen MTQ Banten Tinggal di Keuskupan

Para Kafilah asal Provinsi Banten bersama Ketua Keuskupan Diosis Amboina Mgr PC Mandagi, Kamis (7/6/2012) Para kafilah ini akan tinggal di Keuskupan selama MTQ berlangsung di Kota Ambon mulai dari Tanggal 8 hingga 15 Juni 2012.

AMBON, KOMPAS.com — Upaya menghargai keberagaman sebagai wujud toleransi antarumat beragama ditunjukkan Ketua Keuskupan Diosis Amboina Mgr PC Mandagi dengan menampung kafilah (kontingen) Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) asal Provinsi Banten di kediamannya di Kawasan Batu Gaja, Ambon.

Anggota kafilah yang menempati Keuskupan Diosis Amboina dari Provinsi Banten di antaranya adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banten, Asisten III Pemkab Banten, Rektor Universitas Tirta Yasa Banten, Prof Dr Hidayat, dan belasan anggota kafilah lainnya.

Saat ditemui di Keuskupan Diosis Amboina, Kamis (7/6/2012) pagi, sejumlah anggota kafilah tengah menikmati sarapan pagi bersama sang uskup, suasana hangat penuh kekeluargaan terlihat jelas saat para anggota kafilah dan uskup duduk semeja memulai sarapan pagi.

Uskup mengatakan, apa yang dilakukannya merupakan wujud tanggung jawab moral sebagai anak bangsa untuk terus memupuk tali persaudaraan antarsesama umat beragama. Baginya, selain ingin menghargai pelaksanaan MTQ yang sarat makna keagamaan, apa yang dilakukan merupakan bentuk dukungan nyata umat Katolik di Maluku terhadap suksesnya MTQ tingkat nasional ke XXIV di Kota Ambon.

“Saya bersyukur sekali. Inilah wujud tanggung jawab moral umat Katolik di Maluku dalam mendukung dan menyukseskan MTQ di Kota Ambon,” kata Uskup.

Uskup mengakui, jauh sebelum kedatangan para kafilah, dirinya telah meminta izin dari ketua panitia MTQ untuk menempatkan sebagian anggota kafilah di Keuskupan. ”Saya meminta kepada ketua panitia agar ada anggota kafilah yang ditempatkan di Keuskupan dan saya jamin mereka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Surat Lengkap Wakapolri: Mulai dari Soal Ajudan Sampai Rebutan Jabatan Kasat Lantas

Asisten III Kabupaten Banten Uetik, yang juga salah satu anggota kafilah, mengatakan sangat senang dan bahagia dapat menempati Keuskupan. Ia pun mengaku bangga bisa ditempatkan di Keuskupan. Uetik bahkan mengungkapkan, toleransi antarumat beragama di Banten benar-benar dirasakannya di Kota Ambon. ”Ini sesuatu hal yang sangat unik yang sulit ditemukan di manapun. Saya sangat senang dan tidak ada kekhawatiran sedikit pun,” ujarnya.

Uetik mengatakan, saat ini ada 15 orang yang tinggal di Keuskupan dan akan bertambah karena sejumlah anggota kafilah asal Banten, termasuk Bupati Banten, juga direncanakan akan menginap di Keuskupan. “Nanti sebentar ada tambahan lagi, kemungkinan besar Pak Bupati juga akan menginap di sini,” tuturnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*