AMD Tiru Teknologi Transfer Data Buatan Intel

KOMPAS.com – Perusahaan mikroprosesor, Advanced Micro Devices (AMD) kembali meniru ide teknologi yang dipelopori oleh Intel. Kali ini, AMD akan membuat teknologi metode koneksi transfer data berkecepatan tinggi yang diberi nama Lightning Bolt, yang siap menantang teknologi Thunderbolt dari Intel.

Teknologi Lightning Bolt hampir sama dengan Thunderbolt. Keduanya menawarkan antarmuka I/O (input output) koneksi transfer data berkecepatan tinggi melalui port tertentu.

Menurut situs teknologi AnandTech, yang menerima hardware demo dari AMD, teknologi Lightning Bolt menawarkan koneksi USB 3.0, DisplayPort, dan kemampuan kapabilitas melalui satu kabel tunggal dengan mini-DisplayPort.

AMD mengakui, bahwa performa Lightning Bolt tidak secepat Thunderbolt dari Intel. Lightning Bolt tidak akan lebih cepat dari USB 3.0, namun lebih cepat daripada USB 2.0. AMD tidak memberi penjelasan rinci mengenai seberapa cepat Thunder Bolt jika dibandingkan dengan USB 3.0 dan USB 2.0.

Sementara Intel mengklaim Thunderbolt mampu mentransfer data 2 kali lebih cepat dibandingkan USB 3.0 dan 20 kali lebih tinggi dari USB 2.0. Thunderbolt juga berkemampuan mentransfer data full-lenght high definition (HD) film kurang dari 30 detik.

Hal ini menunjukan bahwa Lightning Bolt bukanlah ancaman serius untuk Thunderbolt. Karena Intel menjanjikan teknologi yang lebih cepat. Namun, seperti cara dagang AMD yang sudah-sudah, mereka akan membanderol harga lebih murah daripada Intel. Produsen laptop yang mengadopsi Lightning Bolt bisa menekan biaya produksi mereka.

Baca Juga :  Facebook Picu Pernikahan Dini di Yogyakarta

Sayangnya, AMD tidak memberi informasi tentang kapan Lightning Bolt akan mulai dipasarkan. AMD juga belum menyebut biaya adopsi Lightning Bolt bagi para produsen yang berniat memakainya.

Sebelumnya, AMD juga seakan meniru nama subkategori baru dari laptop berukuran tipis dan ringan, Ultrabook, yang dikembangkan oleh Intel. AMD berkomitmen akan menciptakan produk serupa yang lebih tipis dari Ultrabook, yang diberi nama Ultrathin.

Sumber :ZDNet
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*