Amru Daulay dan Madina

www.poskota.co.id

Bupati Mandailing Natal Amru Daulay

KABUPATEN Mandailing Natal ering disebut Madina adalah satu kabupaten di Sumatera Utara, dengan Ibukota Kabupaten Panyabungan dengan Luas 6.620,70 km² serta penduduknya  423.712 jiwa mempunyai 23 kecamatan dan 392 desa/kelurahan. Kabupaten ini adalah kampung halaman bagi Suku Mandailing dan pesisir.

Selama 11 tahun kepemimpinan H Amru Daulay SH, di Kabupaten Mandailing Natal semua Visi dan Misi sudah hampir tertuju  tahun 2010 ini, apa yang di harapkan masyarakat Mandailing Natal baik di bidang pendidikan, pertanian, kesehatan dan pembangunan.

Bupati Madina sudah  berkali-kali  mendapatkan penghargaan baik dari Presiden RI.Namun, Amru Daulay, tidak bosan – bosan k membangun Mandailing Natal karena niat dan tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat dengan iklas

Mandailing Natal hampir 50% luas wilayahnya merupakan hutan. Hutan di Kabupaten Mandailing Natal diharapkan mampu menghasilkan komoditas kayu yang merupakan sumber pendapatan daerah dari sektor kehutanan. Luas kawasan hutan dirinci menjadi hutan produksi sebesar 174.776,63 Ha, hutan lindung sebesar 120.675,05 Ha, dan hutan konservasi 108.000,00 Ha.

Realisasi penerimaan Mandailing Natal  tahun 2008 tercatat sebesar Rp 576,158 miliar, yang terdiri atas Penerimaan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 13,275 miliar dan perimbangan sebesar Rp 486,616 miliar dan sisanya dari penerimaan lainnya.

H Amru Daulay SH seorang sosok pemimpin yang akrab dengan seluruh komponen apalagi dengan  ulamanya . Di akhir kepemimpinanya beliau telah menunjukkan banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan seperti pembangunan megah yakni Masjid Agung Nur Alan Nur di pinggiran Sungai Batang Gadis.

Baca Juga :  Bayar THR PNS, Pemkab Harus Nyicil.

Dua jembatan raksasa yang menghubungkan Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot serta Kecamatan Naga Juang telah selesai dibangun. Pasalnya, jembatan ini telah dinanti warga selama puluhan tahun dan kini sudah bisa dilalui sehingga hasil alam yang melimpah ruah di dua kecamatan tersebut  dapat langsung di bawa ke ibu kota .

Perlahan tapi pasti,setahap demi setahap Kabupaten Mandailing Natal terus berbenah.Tanpa terasa seperti mimpi di siang hari.Itulah yang dirasakan warga Kabupaten Madina dalam menempuh karir dan aktivitas kehidupan setiap hari, tidak terasa jika Mandailing Natal yang lahir bersamaan dengan Kabupaten Toba Samosir sesuai Undang-Undang No. 12 tahun 1998 ,telah genap sebelas  tahun (9 Maret 1999 – 9 Maret 2010 ).

Meski baru berusia sebelas tahun kabupaten dipimpin Bupati H Amru Daulay,SH bersama Wakil Bupati Drs Hasim Nasution,dalam gerak langkahnya tidak kalah dengan kabupaten lainnya yang sudah cukup dewasa,termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai induknya.

Daerah ini sudah banyak membawa perubahan ke arah kemajuan termasuk pertumbuhan ekonominya yang semakin menggeliat. Berkat tekad dan tangan dingin Bupati Amru Daulay,SH mencurahkan seluruh tenaga,pikiran dan kreativitasnya untuk membangun dan menjadikan Madina sebagai kabupaten yang diperhitungkan di Sumut.

Amru Daulay selaku bupati pertama dan memimpin Madina dua priode sudah banyak berbuat dan membangun kabupaten itu dengan luar biasa dan sangat membanggakan. Pembangunan kompelks perkantoran di perbukitan payaloting Panyabungan adalah awal keberhasilan dan kebangkitan pembangunan di Madina.

Baca Juga :  Jalinsum Paluta dan Tapsel Longsor

Siapa sangka kalau bukit yang dulunya ditumbuhi ilalang dan tempat perkemahan anak pramuka maupun sebagai ladang rumput pengembalaan ternak bisa disulap menjadi kompelks perkantoran yang begitu megah dan selalu mendapat pujian dari pihak luar yang kebetulan berkunjung ke daerah itu.  (samosir/B)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Jangan tutup mata dong.
    Birokrasi Mandailing Natal paling parah di Tabagsel. Pungli di Pemda merajalela. Di BKD tarif naik pangkat berapa, Kenaikan Gaji Berkala. Itu masih di birokrasi. 11 tahun menjabat apa
    Jembatan dan mesjid megah itu apa bisa jadi tolak ukur keberhasilan? Jangan pendek akal dong. Penerimaan PNS kemaren gimana? Ada yg bisa kasih komen kalo penerimaan PNS kemaren objektif?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*